SuaraBandungBarat.id- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat bakal melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait kondusifitas palaksanaan pemilu 2024 mendatang di wilayahnya.
Kepala Bakesbangpol KBB, Apung Hadiat Purwoko menjelaskan, pihaknya bakal menemui sejumlah pihak di Kabupaten Bandung Barat baik tokoh lintas agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh sosial dan budaya.
“Nanti kita akan silaturahmi door to door supaya menyamakan sudut pandang dan alur pikir dalam frekuensi yang sama agar semua paham apa itu Pemilu. Pemilu itu adalah pesta demokrasi dan memilih pemimpin yang baik menurut masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemetaan terkait potensi permasalahan yang terjadi pada pemilu 2024 mendatang dengan berkaca pada pelaksanaan pemilu yang dilaksanakan lima tahun sebelumnya.
“Terkait masalah Pemilu ini kita bisa mengambil potret lima tahun ke belakang, ini bisa melihat ke sana. Oleh karenanya, kita sudah lakukan pemetaan untuk bisa memantau aktor-aktor politik yang bisa memantik adanya permasalahan dalam Pemilu 2024 mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya bakal melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh yang berperan sebagai aktor penggerak masyarakat di Kabupaten Bandung Barat. Dengan begitu, kondusifitas pelaksanaan pemilu 2024 mendatang dapat terjaga.
“Kita sudah pahami akan hal itu dan tinggal kita mendekati para tokoh yang menggerakan masyakatnya. Karena, masyarakat itu bagaikan organisasi bebek, ngawekwek we bagaimana koordinatornya. Jadi, ini tujuan kita bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat itu,” katanya.
Ia menyebut, sejauh ini potensi konflik dalam pemilu di Kabupaten Bandung Barat lebih besar di wilayah perkotaan lantaran lebih heterogen dengan latar belakang masyarakat yang berbeda-beda.
“Kalau daerah yang berpotensi konflik itu adalah daerah-daerah yang heterogen, sperti daerah perkotaan. Misalnya saja Padalarang, Ngamprah,” katanya.
Baca Juga: Respons Kylian Mbappe usai Dua Golnya ke Gawang Bayern Munich Dianulir Wasit
“Sedangkan untuk masyarakat di pedesaaan itu kan masyarakatnya cenderung homogen karena mereka masih tunduk kepada para tokoh. Oleh karenanya, kerawanan konflik itu cenderung terjadi di perkotaan karena kondisi masyarakatnya yang beragam,” tandasnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS
-
5 Kebiasaan Buruk Pakai Handbrake Ini Sering Terjadi, Bikin Rem Blong Hingga Mobil Melorot
-
Hong Myung-bo Minta Korea Selatan Lupakan Kekalahan dari Meksiko, Fokus ke Laga Penentuan
-
SpesifikasiDell XPS 13 Terbaru, Laptop Ringan dengan Snapdragon X Elite dan Fitur Copilot+
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Alami Gegar Otak Ringan, Quinten Timber Absen Bela Belanda Lawan Swedia
-
5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Novel The Arson Project, Dilema Antara Keadilan Hukum dan Pembalasan Pribadi
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun