SuaraBandungBarat.id - Pengertian dan penerapan taa'ruf agaknya masih menjadi sesuatu yang liar terjadi dalam pergaulan remaja muslim akhir-akhir ini.
Banyak yang mengartikan bahwa antara pacaran dan ta'aruf adalah sama. Hanya saja, bahasa yang lebih 'agamis' dari pacaran adalah ta'aruf.
Banyak sumber mengatakan bahwa hal tersebut ditujukan untuk mengelabui pemikiran yang mengatakan bahwa pacaran tidak boleh, yang boleh itu ta'aruf.
Tetapi, persoalannya bukan dalam kata tersebut melainkan dari penerapannya. Karena dalam banyak kasus ditemukan seseorang mengatakan diri melakukan Ta'aruf tetapi dalam perilakunya memperlihatkan pacaran yang kita kenal.
Untuk itu, perlu kiranya setiap muslim kembali mengartikan dua kata tersebut agar terhindar dari perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam. Berikut adalah penjelasan Buya Yahya tentang makna ta'aruf sebenarnya.
Secara sederhananya, ta'aruf diartikan sebagai upaya untuk saling mengenal yakni mengenal dan kenal keluarga dengan keluarga atau anak dengan anak.
"Tetapi jika sudah-sudah sama tahu maka langsung saja tunangan, ketika belum mengenal satu sama lain maka langsung saja proses tunangan atau khitbah," paparnya.
Ia pun menambahkan bahwa jika seseorang memang berniat hendak meminang seseorang jika sudah lama mengenal maka tinggal mengkhitbah tetapi jika belum maka perlu ta'aruf.
"Tetapi jaman sekarang, orang mengartikan ta'aruf sebagai pacaran. Makanya, pacarannya pun sudah pakai abi-umi karena Islami," lanjut Buya Yahya.
Baca Juga: Iman Sering Naik Turun, Pertahankan Hal Ini agar Tetap Stabil Kata Buya Yahya
"Jadi, ta'aruf itu saling mengenal antara satu sama lain (keluarga dengan keluarga) bisa langsung maupun dengan perantara orang lain. Jika sudah taaruf maka tinggalah melakukan tunangan atau khitbah," pungkas Buya Yahya. (*)
Sumber: Al-Bahjah TV
Kontributor: Ehsa Nagara
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Maarten Paes Belum Cukup, Jordi Cruyff Bakal Menggila Bawa Pemain Top ke Ajax
-
The Grand Platinum Jakarta Mempersembahkan "Three Signature Collaborations" Bagi 3 Perayaan Istimewa
-
Pacifiic Bike Bawa Jajaran Sepeda Motor Listrik Baru dan Umumkan Aktivitas Ekspor di IIMS 2026
-
PORSIBA FC Raih Runner Up Liga 4 Zona Sumsel, Torehan Prestasi Lebih Baik dari Musim Lalu
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
-
Ketika Langit Membunuh Hujan
-
Begini Strategi Telkom Hadapi Disrupsi Teknologi dan AI
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Human Resource hingga I Was A Stranger
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an