/
Selasa, 21 Februari 2023 | 19:14 WIB
Buya Yahya menerangkan tentang apa itu ta'aruf. (Tangkap layar YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandungBarat.id - Pengertian dan penerapan taa'ruf agaknya masih menjadi sesuatu yang liar terjadi dalam pergaulan remaja muslim akhir-akhir ini.

Banyak yang mengartikan bahwa antara pacaran dan ta'aruf adalah sama. Hanya saja, bahasa yang lebih 'agamis' dari pacaran adalah ta'aruf.

Banyak sumber mengatakan bahwa hal tersebut ditujukan untuk mengelabui pemikiran yang mengatakan bahwa pacaran tidak boleh, yang boleh itu ta'aruf.

Tetapi, persoalannya bukan dalam kata tersebut melainkan dari penerapannya. Karena dalam banyak kasus ditemukan seseorang mengatakan diri melakukan Ta'aruf tetapi dalam perilakunya memperlihatkan pacaran yang kita kenal.

Untuk itu, perlu kiranya setiap muslim kembali mengartikan dua kata tersebut agar terhindar dari perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam. Berikut adalah penjelasan Buya Yahya tentang makna ta'aruf sebenarnya.

Secara sederhananya, ta'aruf diartikan sebagai upaya untuk saling mengenal yakni mengenal dan kenal keluarga dengan keluarga atau anak dengan anak.

"Tetapi jika sudah-sudah sama tahu maka langsung saja tunangan, ketika belum mengenal satu sama lain maka langsung saja proses tunangan atau khitbah," paparnya.

Ia pun menambahkan bahwa jika seseorang memang berniat hendak meminang seseorang jika sudah lama mengenal maka tinggal mengkhitbah tetapi jika belum maka perlu ta'aruf.

"Tetapi jaman sekarang, orang mengartikan ta'aruf sebagai pacaran. Makanya, pacarannya pun sudah pakai abi-umi karena Islami," lanjut Buya Yahya.

Baca Juga: Iman Sering Naik Turun, Pertahankan Hal Ini agar Tetap Stabil Kata Buya Yahya

"Jadi, ta'aruf itu saling mengenal antara satu sama lain (keluarga dengan keluarga) bisa langsung maupun dengan perantara orang lain. Jika sudah taaruf maka tinggalah melakukan tunangan atau khitbah," pungkas Buya Yahya. (*)

Sumber: Al-Bahjah TV

Kontributor: Ehsa Nagara

Load More