SuaraBandungBarat.id- Para korban keracunan massal di Kampung Cilangari RW 11, Desa Cilangari. Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat menjalani observasi kesehatan usai dinyatakan sembuh sejak satu pekan lalu.
Camat Gununghalu, Hari Mustika menjelaskan, observasi kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban dalam kondisi baik pasca menjalani perawatan beberapa waktu lalu.
“Sudah sepekan lebih para korban keracunan ini pulang, hari ini dilakukan observasi kesehatan lanjutan terhadap para korban,” katanya saat dihubungi, Jumat (24/2/2023).
Ia menambahkan, observasi yang dilaksanakan oleh Dinkes KBB tersebut dilakukan untuk memastikan keluhan para korban usai dinyatakan sembuh dari keracunan yang dialaminya beberapa waktu lalu.
“Untuk mengetahui keluhan para korban seperti apa. Karena dikhawatirkan masih ada warga yang mengalami keluhan pada kondisi kesehatannya,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan observasi yang dilakukan oleh Dinkes KBB mayoritas warga yang terdampak keracunan makanan ini dalam kondisi baik.
“Walaupun ada keluhan namun tidak banyak, kebanyakan warga yang diobservasi menunjukkan hasil yang bagus. Tapi ini kan merupakan upaya preventif takutnya ada korban yang mengeluhkan kondisi kesehatannya kembali,” jelasnya.
“Jika ada warga (korban) yang mengeluhkan sakit untuk segera melaporkan hal tersebut kepada pihak kesehatan atau kepada pemerintahan desa setempat agar segera ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat setempat. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi peristiwa serupa terjadi kembali.
Baca Juga: Jokowi Minta Jajarannya Cari Negara Alternatif Pengimpor Daging Sapi Selain Australia, Penyebabnya?
“Kita juga mengimbau dalam pelaksanaan kegiatan seperti itu harap diperhatikan segala hal berkaitan denga sanitasi lingkungannya. Selanjutnya bahan makanan yang diolah harus diperhatikan apalagi petugas yang memasaknya,” katanya.
“Yang jelas kondisi ini merupakan musibah dan kita harus lebih waspada lagi agar kejadian serupa tidak terulang,” tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026