SuaraBandungBarat.id - Apa itu Leptospirosis, penyakit yang sedang viral. Kenali ciri-cirinya dan cara mengobatinya.
Leptospirosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.
Bakteri ini dapat menyebar melalui air kencing hewan yang terinfeksi, seperti tikus, babi, sapi, kambing, dan anjing.
Tanda-tanda Leptospirosis
Orang yang terinfeksi leptospirosis dapat mengalami berbagai gejala, mulai dari demam, sakit kepala, mual, muntah, hingga sakit otot dan kuning pada kulit dan mata.
Leptospirosis dapat menular melalui kontak langsung dengan air kencing hewan yang terinfeksi, atau melalui kontak dengan tanah atau air yang terkontaminasi oleh air kencing hewan yang terinfeksi.
Orang yang terpapar bakteri Leptospira dapat terinfeksi dan mengalami gejala leptospirosis dalam waktu 2-30 hari setelah terpapar.
Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik jika didiagnosis dan diobati pada tahap awal.
Namun, jika tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi bentuk yang lebih serius dan dapat membahayakan kesehatan, seperti meningitis, kerusakan hati, dan gagal ginjal.
Baca Juga: Tips Menyembuhkan Sariawan Pada Mulut, Penyakit Tidak Menular Tapi Membuat Jengkel
Cara Mengobati Leptospirosis
Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik, seperti doksisiklin, amoksisilin, atau azitromisin. Pengobatan sebaiknya dimulai secepat mungkin setelah gejala muncul atau jika terdapat risiko tinggi terkena leptospirosis.
Biasanya, pengobatan dilakukan selama 5-7 hari atau lebih lama, tergantung pada tingkat keparahan penyakit.
Selain antibiotik, pasien dengan leptospirosis juga dapat diberikan terapi cairan intravena untuk mencegah dehidrasi dan mengimbangi keseimbangan elektrolit tubuh yang terganggu.
Jika terdapat komplikasi yang lebih serius, seperti gangguan ginjal, pasien mungkin perlu menjalani perawatan yang lebih intensif, seperti terapi dialisis atau transplantasi ginjal.
Selain pengobatan medis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan dari leptospirosis, seperti istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak terkontaminasi oleh air kencing hewan yang terinfeksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Fendi, Celine, hingga Valentino Diskon Besar! Semuanya Promo dari BRI
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Langkah Damai 57 Bhikkhu Menuju Borobudur Warnai Waisak 2026
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM