- Taksi Green SM mogok di perlintasan kereta Bekasi Timur akibat belum melakukan servis rutin sesuai ketentuan perusahaan.
- Odometer taksi telah mencapai 24.000 kilometer, melebihi batas waktu perawatan berkala yang ditetapkan setiap 15.000 kilometer.
- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki keterkaitan keterlambatan perawatan mesin terhadap kecelakaan kereta yang menewaskan enam belas orang.
Suara.com - Polisi membeberkan dugaan adanya keterlambatan service rutin terhadap mobil taksi Green SM, yang mendadak mati di tengah perlintasan kereta Bekasi Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan berdasarkan pengakuan Depot Manajer Operasional Green SM, seluruh unit harus melalukan perbaikan berkala per 15.000 Kilometer.
“Kami juga menyampaikan bahwa terkait tentang informasi dari depot manajer operasional, ini taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).
Namun angka odometer di taksi yang mati di tengah perlintasan sudah mencapai 24.000 kilometer namun belum dilakukan perbaikan berkala.
“Tapi sampai dengan 24.000 itu belum dilakukan maintenance,” jelasnya.
Budi mengatakan temuan ini nantinya bakal ditelisik lebih lanjut apakah keterlambatan perbaikan berkala bisa menjadi faktor kerusakan pada sebuah mobil listrik saat berada di perlintasan kereta.
“Nah, kita masih mendalami apakah akibat tadi pertanyaan tadi mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,” tandasnya.
Diketahui, tabrakan kereta terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di Bekasi Timur.
Kecelakaan ini buntut KRL arah Cikarang berhenti usai KRL menuju Jakarta menabrak taksi Green SM yang mogok di tengah perlintasan.
Baca Juga: Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
Dalam kecelakaan itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka.
Berita Terkait
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
Bekasi Timur Berduka, Penumpang Mulai Bangkit dari Trauma
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
-
4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
-
Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?
-
Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!