News / Nasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:00 WIB
Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah]
Baca 10 detik
  • Taksi Green SM mogok di perlintasan kereta Bekasi Timur akibat belum melakukan servis rutin sesuai ketentuan perusahaan.
  • Odometer taksi telah mencapai 24.000 kilometer, melebihi batas waktu perawatan berkala yang ditetapkan setiap 15.000 kilometer.
  • Polda Metro Jaya sedang menyelidiki keterkaitan keterlambatan perawatan mesin terhadap kecelakaan kereta yang menewaskan enam belas orang.

Suara.com - Polisi membeberkan dugaan adanya keterlambatan service rutin terhadap mobil taksi Green SM, yang mendadak mati di tengah perlintasan kereta Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan berdasarkan pengakuan Depot Manajer Operasional Green SM, seluruh unit harus melalukan perbaikan berkala per 15.000 Kilometer.

“Kami juga menyampaikan bahwa terkait tentang informasi dari depot manajer operasional, ini taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).

Namun angka odometer di taksi yang mati di tengah perlintasan sudah mencapai 24.000 kilometer namun belum dilakukan perbaikan berkala.

“Tapi sampai dengan 24.000 itu belum dilakukan maintenance,” jelasnya.

Budi mengatakan temuan ini nantinya bakal ditelisik lebih lanjut apakah keterlambatan perbaikan berkala bisa menjadi faktor kerusakan pada sebuah mobil listrik saat berada di perlintasan kereta.

Pengendara melintasi rel perlintasan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Nah, kita masih mendalami apakah akibat tadi pertanyaan tadi mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,” tandasnya.

Diketahui, tabrakan kereta terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di Bekasi Timur.

Kecelakaan ini buntut KRL arah Cikarang berhenti usai KRL menuju Jakarta menabrak taksi Green SM yang mogok di tengah perlintasan.

Baca Juga: Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Dalam kecelakaan itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka.

Load More