SuaraBandungBarat.id - Cek faktanya di sini, apakah benar kabar yang beredar soal Bharada E diracun oleh suruhan Ferdy Sambo, makanan di tahanan dicampur sianida?
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah melakukan serah terima terhadap Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau yang lebih dikenal sebagai Bharada E ke Rutan Bareskrim cabang Salemba pada hari Sabtu, tanggal 11 Maret 2023.
Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas Keputusan Sidang Mahkamah Pimpinan LPSK terkait dengan Penghentian Perlindungan terhadap Bharada E.
Prosedur administrasi perlu dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut keputusan penghentian perlindungan, termasuk serah terima yang harus dilakukan oleh LPSK ke Rutan Bareskrim cabang Salemba.
Rully Novian, Tenaga Ahli sekaligus Juru Bicara LPSK, menjelaskan bahwa serah terima tersebut dilakukan setelah pemeriksaan medis terhadap Bharada E yang dilakukan oleh dokter dari LPSK dan Dokkes Polri.
Bharada E dipastikan dalam keadaan sehat saat serah terima dilakukan.
Pemeriksaan kesehatan kembali dilakukan oleh LPSK dan pihak Rutan Bareskrim Polri untuk memastikan kondisinya dalam keadaan sehat.
Proses serah terima Bharada E ke pihak Rutan Bareskrim Polri tertuang dalam Berita Acara Penyerahan Terlindung (RE) yang ditandatangani oleh pihak LPSK dan Rutan Bareskrim Polri.
Setelah penghentian perlindungan terhadap Bharada E, pengamanan terhadapnya juga dicabut. Selanjutnya, keamanan Bharada E menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak Lapas Salemba.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ferdy Sambo Ngamuk di Persidangan, Surat Banding Ditolak! Siap-siap Dieksekusi Mati?
Namun, beredar kabar bahwa Bharada E diracun oleh suruhan Ferdy Sambo, makanan di tahanan dicampur sianida. Video yang berjudul "BHARADA E DIRACUN ORANG SAMBO // MAKANAN DALAM TAHANAN DICAMPUR SIANIDA?" diunggah oleh pemilik kanal YouTube Kanal Berita dan telah ditonton oleh 2,1 ribu orang.
Namun, setelah ditonton, video tersebut tidak memiliki bukti yang akurat untuk mendukung klaim judulnya dan dianggap sebagai hoaks atau kabar bohong.
Kabar bohong seperti ini sangat cepat menyebar di media sosial dan dapat memicu kebingungan dan kepanikan di masyarakat. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
Nasib Pegawai Hotel Sultan Terungkap! Pemerintah Mulai Pendataan dan Verifikasi
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
Sinergi Kawal Kedaulatan Hukum, Imigrasi Sumut Ambil Bagian dalam Diskusi RUU HPI di USU
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027