Suarabandungbarat.id – Sering susah tidur di malam hari? padahal sudah beraktivitas seharian dan badan udah cape banget. Pengen cepat istirahat tapi apadaya rasanya mata tidak dapat bekerja sama sehingga sulit untuk terlelap. Apakah hal tersebut dapat disebut insomnia?
Insomnia adalah gangguan kualitas maupun kuantitas tidur meskipun ada waktu cukup untuk tidur. Gejalanya dapat berupa kesulitan memulai tidur (early insomnia), terbangun berkali-kali saat tidur (middle insomnia), bangun terlalu dini hari dan sulit untuk tidur lagi (late insomnia).
Keluhan tersebut dirasakan paling tidak 3 kali dalam seminggu, selama minimal satu bulan. Sehingga mengakibatkan gangguan pada siang hari seperti kelelahan, mengantuk, gangguan konsentrasi, gangguan dalam hubungan sosial pekerjaan atau sekolah.
Cara mengatasinya dengan, menjaga sleep hygiene atau pola tidur yang sehat dapat membantu mengatasi insomnia, seperti dengan mengatur ruangan tempat tidur terasa nyaman dan tenang. Hindari pencahayaan yang terlalu terang, suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas.
Gunakan bantal yang nyaman, hanya berada ditempat tidur apabila benar-benar kelelahan atau tiba waktu tidur, gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Hindari membaca, mengerjakan pekerjaan lain di tempat tidur.
Bangun pada waktu yang telah ditetapkan setiap pagi, hindari mengkonsumsi alkohol, kopi, dan produk nikotin (rokok) sebelum tidur. Hindari makan dengan jumlah banyak sebelum tidur dan melakukan aktivitas yang berat sebelum tidur.
Tidur siang tidak melebihi 1 jam, agar tidak kesulitan tidur saat malam hari, bila keluhan sulit tidur masih berlanjut, segera konsultasi dengan dokter.
Ternyata tidur merupakan proses yang kompleks, yang terdiri dari beberapa tahapan. Siklus tidur terdiri dari tidur dengan gerakan mata lambat (non-REM) dan tidur dengan gerakan mata cepat (rapid eye movement/REM).
Siklus tidur dimulai dengan tahapan NREM yang memiliki 4 tahap. Pertama, yang merupakan tahap transisi beralih dari sadar menjadi tidur.
Baca Juga: Bikin Ngilu! Detik-detik Pengendara Motor Hampir Terlindas Kereta Api di Cikampek
Kedua, mulai masuk pada tahap tidur, tetapi masih mudah untuk terbangun (light sleep). Ketiga, peralihan dari light sleep ke deep sleep. Terakhir keempat, merupakan tahap tidur yang dalam (deep sleep).
Kebutuhan tidur beragam tergantung usia, semakin bertambah usia, kebutuhan tidur akan semakin berkurang. Durasi tidur yang direkomendasikan untuk anak-anak sekitar 9-11 jam perhari dan dewasa 7-9 jam perhari.(*)
Sumber: https://youtu.be/QfbUjLW5AYg
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elit Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Keluarga yang Tak Dirindukan: Potret Pahit Generasi Sandwich di Netflix
-
Apakah HP Kemasukan Air Bisa Diperbaiki? Ini 5 Rekomendasi Ponsel Tangguh Tahan Air
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Apakah Sepeda Lipat Bisa Naik KRL? Cek 5 Rekomendasi Paling Kokoh yang Penuhi Syarat
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
4 Moisturizer Lokal Licorice untuk Wajah Cerah dan Lembap Sepanjang Hari
-
5 Brand Parfum Lokal Anti Mainstream, Wajib Masuk Koleksi!
-
Nia Ramadhani Akhirnya Klarifikasi Isu Cerai dengan Ardi Bakrie
-
Pendidikan Tanpa Ketegasan: Dilema Jadi Guru di Zaman Mudah Tersinggung