- Seorang pria yang biasa mengatur lalu lintas tertemper kereta api di Kebon Pedes, Bogor, pada Jumat (6/2/2026) sore.
- Korban ditemukan bersimbah darah dekat jalur hilir KM 51+800 sekitar pukul 16.30 WIB lalu dievakuasi tim medis.
- KAI Daop 1 Jakarta menyatakan prihatin sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api.
Suara.com - Insiden memilukan menggemparkan warga di sekitar lintasan rel Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Jumat (6/2/2026) sore.
Seorang laki-laki yang diduga salah satu warga yang biasa membantu mengatur lalu lintas di palang pintu perlintasan ditemukan tergeletak bersimbah darah di dekat jalur kereta api sekitar pukul 16.30 WIB.
Peristiwa tragis ini tepatnya terjadi di KM 51+800 jalur hilir antara Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga tertemper rangkaian kereta api yang sedang melintas hingga mengalami luka serius.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta pun segera memberikan respons resmi terkait musibah yang menyedot perhatian warga tersebut.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa pria tersebut.
"Kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini. KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan empati yang mendalam kepada korban dan keluarganya," ujar Franoto dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com malam ini.
Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan petugas pengamanan internal KAI, Polsek Tanah Sareal, hingga tim medis dari RS PMI Kota Bogor.
Tubuh korban yang terkapar di sisi rel langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Bunga Bangkai Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor
Franoto kembali menegaskan bahwa area di sekitar lintasan baja bukanlah tempat yang aman untuk beraktivitas bagi siapa pun tanpa terkecuali.
"Di saat yang sama, kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak berada, beraktivitas, maupun melakukan kegiatan apa pun di jalur kereta api karena sangat berbahaya dan berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa," tambahnya.
Meski sempat memicu kerumunan massa di lokasi kejadian, operasional moda transportasi massal tersebut dikabarkan tidak mengalami kendala berarti.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap mengapa korban bisa berada di posisi yang sangat berbahaya.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan menghormati regulasi terkait larangan aktivitas yang berpotensi mengancam keselamatan di ruang manfaat jalur kereta api.
Berita Terkait
-
Bunga Bangkai Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Bencana Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah di Kabupaten Bogor
-
Kabar Duka: Al Ridwan Putra Wabup Bogor Jaro Ade Meninggal Kecelakaan, Bukan Tabrakan!
-
Prabowo Sorot Semrawutnya Kota Balikpapan, Banjarmasin hingga Bogor: Tak Ada Bedanya, Isinya Spanduk
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi