SuaraBandungBarat.id - Berikut ini enam lafal niat saat melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, lengkap dengan artinya.
Berdasarkan informasi dari pimpinan pusat Muhammadiyah, puasa Ramadhan 2023/1444 H ditetapkan pada Kamis (23/3/2023) mendatang.
Sementara itu, pihak pemerintah melalui Kementerian Agama perlu menentukan hasil sidang isbat terlebih dahulu, untuk memastikan kapan jatuhnya 1 Ramadhan 1444 H.
Niat merupakan salah satu hal yang menjadi pembeda antara ibadah satu dengan yang lainnya. Niat menjadi sesuatu yang penting dilakukan, karena termasuk dalam rukun setiap ibadah.
Dalam melaksanakan puasa Ramadhan, umat Islam mulai membaca niat pada malam hari, yakni dari terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar.
Dilansir dari laman Nu Online pada Senin (20/3/2023), inilah enam lafal niat puasa Ramadhan beserta dengan artinya.
1. Lafal niat puasa di bawah ini dikutip dari kitab minhajut thalibin dan perukunan melayu. Kata "Ramadhana" merupakan mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda baca akhirnya berupa fathah.
Sedangkan, pada kata "sanati" diakhiri dengan tanda baca kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah. Niatnya adalah:
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala
Baca Juga: Kangen Nonton Konser, Iwan Fals Ikut Nikmati Aksi Trivium dan Slipknot di Hammersonic 2023
Artinya,: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala."
2. Lafal niat berikut ini termaktub dalam kitab asnal mathalib. Kata "Ramadhana" pada niat di bawah menjadi mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda fathah, sedangkan kata "sanata" diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafannya. Lafal niatnya adalah:
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanata lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala."
3. Lafal niat di bawah dikutip dari kitab hasyiyatul jamal dan kitab irsyadul anam. Kata “Ramadhani” dianggap sebagai mudhaf ilaihi yang juga menjadi mudhaf sehingga diakhiri dengan kasrah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarr-nya.
Kemudian, kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr atas musyar ilaih kata "hadzihi" yang menjadi mudhaf ilaihi dari "Ramadhani".
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Vivo Pad 6 Pro Debut dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Jadi Tablet Tergahar 2026?
-
Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
-
Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
-
Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!
-
Sinopsis Yohanna: Pergulatan Batin Sang Biarawati di Sumba Timur
-
Golden Kamuy Capai Klimaks di Arc Terakhir pada Musim Dingin Mendatang
-
Mark Up Video Promosi Desa: Pakar Sebut Amsal Sitepu Tak Bisa Dipidana Tanpa Bukti 'Kick Back'
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia