/
Senin, 20 Maret 2023 | 11:52 WIB
Ilustrasi lafal niat puasa Ramadhan (Pixabay)

SuaraBandungBarat.id - Berikut ini enam lafal niat saat melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, lengkap dengan artinya.

Berdasarkan informasi dari pimpinan pusat Muhammadiyah, puasa Ramadhan 2023/1444 H ditetapkan pada Kamis (23/3/2023) mendatang.

Sementara itu, pihak pemerintah melalui Kementerian Agama perlu menentukan hasil sidang isbat terlebih dahulu, untuk memastikan kapan jatuhnya 1 Ramadhan 1444 H.

Niat merupakan salah satu hal yang menjadi pembeda antara ibadah satu dengan yang lainnya. Niat menjadi sesuatu yang penting dilakukan, karena termasuk dalam rukun setiap ibadah.

Dalam melaksanakan puasa Ramadhan, umat Islam mulai membaca niat pada malam hari, yakni dari terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar.

Dilansir dari laman Nu Online pada Senin (20/3/2023), inilah enam lafal niat puasa Ramadhan beserta dengan artinya. 

1. Lafal niat puasa di bawah ini dikutip dari kitab minhajut thalibin dan perukunan melayu. Kata "Ramadhana" merupakan mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda baca akhirnya berupa fathah.

Sedangkan, pada kata "sanati" diakhiri dengan tanda baca kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah. Niatnya adalah:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala

Baca Juga: Kangen Nonton Konser, Iwan Fals Ikut Nikmati Aksi Trivium dan Slipknot di Hammersonic 2023

Artinya,: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala."

2. Lafal niat berikut ini termaktub dalam kitab asnal mathalib. Kata "Ramadhana" pada niat di bawah menjadi mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda fathah, sedangkan kata "sanata" diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafannya. Lafal niatnya adalah:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanata lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala."

3. Lafal niat di bawah dikutip dari kitab hasyiyatul jamal dan kitab irsyadul anam. Kata “Ramadhani” dianggap sebagai mudhaf ilaihi yang juga menjadi mudhaf sehingga diakhiri dengan kasrah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarr-nya.

Kemudian, kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr atas musyar ilaih kata "hadzihi" yang menjadi mudhaf ilaihi dari "Ramadhani". 

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

4.Lafal niat yang keempat dan kelima diambil dari dari kitab i'anatut thalibin.

Nawaitu shauma ghadin min/'an Ramadhanaa

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari pada bulan ramadhan."

5. Nawaitu shauma Ramadhana

Artinya: "Aku berniat puasa bulan Ramadhan."

6. Lafal niat nomor enam dikutip dari kitab asnal mathalib, lafalnya adalah:

Nawaitu shaumal ghadi min hadzihis sanati 'an fardhi Ramadhana 

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan."

Demikian, enam lafal niat puasa Ramadhan. (*)

Load More