SuaraBandungBarat.id - Nama Jordi Amat kemabli melejit pasca kemarin malam selamatkan squad Garuda dari kekalahan melawan Burgundi.
Jordi Amat berhasil cetak gol ke gawang Burgundi di menit krusial 90+4 dan menjadikan skor Indonesia vs Burgundi menjadi 2-2.
Eks akademi Espanyol itu mendaku berketurunan Indonesia setelah diwawancarai oleh berbagai media Indonesia.
Ia mengatakan bahwa darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Jordi Amat saat ini bermain untuk lub asal Belgia bernama KAS Eupen.
“Semenjak kecil, nenek saya sering menceritakan kepada saya tentang moyang saya yang merupakan Raja Siau yang ke-17, dan kisah-kisah tersebut telah membangunkan lagi naluri ingin tahu saya tentang Indonesia,” ucap Jordi Amat saat diwawancarai.
Berdasarkan data Transfermarkt, Jordi Amat lahir di Barcelona, pada 21 Maret 1992. Pemain berposisi sebagai bek tengah ini merupakan pemain jebolan akademi Espanyol.
Jordi naik kelas ke tim utama Espanyol pada Februari 2010. Ia mencatatkan 46 penampilan bersama tim utama Espanyol selama dua tahun.
Kebersamaan Jordi dengan Espanyol tak bertahan lama setelah ia sempat dipinjamkan ke Rayo Vallencano pada musim panas 2012. Setelah dari masa pinjamannya, Jordi pindah ke Inggris untuk bergabung bersama Swansea City. Selama berseragam Swansea City, Jordi mencatatkan 72 penampilan hingga 2018.
Meski Jordi cukup lama di Swansea, ia pernah sempat dipinjamkan ke Real Betis pada musim 2017-2018. Setelah kembali dari masa pinjamannya,
Baca Juga: Argentina Dikabarkan Siap Menggantikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023!
Jordi kembali bergabung dengan Rayo Vallecano pada 2019. Namun, lagi-lagi Jordi tak bertahan lama di Rayo Vallecano. Kemudian ia melanjutkan kariernya ke Belgia setelah dipermanenkan KAS Eupen.
Nama lengkap: Jordi Amat Maas
Tempat, tanggal lahir: Barcelona, 21 Maret 1992
Kewarganegaraan: Spanyol
Usia: 29 tahun
Tinggi badan: 184 cm
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Ingin Timnas Indonesia Hadapi Lawan yang Lebih Kuat di FIFA Matchday Juni
-
Akui Performa Timnas Indonesia Tidak Segarang Laga Sebelumnya, Shin Tae-yong Tetap Puji Mental Pemain
-
Nasib Piala Dunia U-20 2023 Masih Tanda Tanya, Shin Tae-yong Tunggu Kabar Baik dari Erick Thohir
-
Hasil Timnas Indonesia vs Burundi: Gol Telat Jordi Amat Selamatkan Skuad Garuda dari Kekalahan
-
Muhadjir Effendy: Soal Piala Dunia U-20 2023, Sikap Indonesia Sesuai Konstitusi
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS, PBNU: Ini Premanisme Politik!
-
Setelah Meja Biliar Disorot, Ini Sederet Anggaran Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel Berbiaya Mewah
-
Pemudik Mulai Masuk Yogyakarta, Pengguna Commuter Line Tembus 22 Ribu Orang per Hari
-
Bye-bye Velocity! Mengapa Tren "Natural" D'Masiv Gantikan "Dung Tak Dung" di Momen Ramadan 2026
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Mengenal Yayasan Bunga Kemboja, Benarkah Vidi Aldiano Mendaftar Jadi Anggota Sebelum Meninggal?
-
Fabio Lefundes: Menurut Kalian, Apakah Persib Bandung Punya Kualitas yang Buruk?
-
Promo JSM Alfamart Diperpanjang, Minyak Goreng 2 Liter Cuma Rp30 Ribuan
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi