/
Kamis, 30 Maret 2023 | 17:57 WIB
Quraish Shihab jelaskan soal puasa yang meneladani sifat-sifat Allah. (Tangkap layar Youtube Quraish Shihab)

SuaraBandungBarat.id –  Di bulan Ramadhan, umat Muslim wajib menunaikan ibadah puasa yang merupakan rukun Islam ke-3, yakni dengan menahan diri hawa nafsu, baik itu makan, minum, syahwat, dan sebab-sebab yang membatalkan puasa.
 
Ternyata dalam rukun Islam, puasa merupakan upaya dalam meneladani sifat-sifat Allah, seperti dilansir dari kanal YouTube Quraish Shihab pada Kamis (30/3/2023).
 
Allah SWT tidak makan, tidak minum, dan tidak pula memiliki pasangan, maka dari segi syariat, sifat inilah yang pertama diteladani, sesuai dengan kemampuan manusia.
 
Kebutuhan faali seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri sanggup ditangguhkan sementara waktu, manusia juga sanggup mengendalikan kebutuhan seksual yang dimiliki, namun tidak dengan kebutuhan untuk menghirup oksigen.
 
Selanjutnya dari segi substansi agama yakni meneladani sifat-sifat Allah.
 
Allah SWT memiliki sifat Maha Pemaaf, Maha Mengetahui, Maha Dermawan, Maha Kaya, dan banyak lagi.
 
”Kayanya Allah itu bukan dalam arti memiliki materi yang banyak, tapi kayanya Allah itu bahwa Dia tidak membutuhkan sesuatu. Dalam Bahasa Arab, ada ghaniyy ada tsariyy. Tsariyy adalah orang yang banyak hartanya, ghaniyy adalah orang yang tidak butuh,” tutur Quraish Shihab.
 
Hanya Allah yang tidak butuh, Dia tidak butuh sesuatu untuk wujud-Nya, tidak juga butuh sesuatu untuk kelanjutan wujud-Nya.
 
Manusia butuh Allah untuk mewujudkan dirinya, setelah Dia wujudkan hal tersebut, manusia masih memiliki kebutuhan untuk mewujudkan hidup.
 
”Ghaniyy dalam bahasa agama bagi manusia adalah sedikit sekali kebutuhannya. Semakin sedikit kebutuhan Anda, semakin tidak butuh Anda, semakin banyak harta tetapi masih merasa butuh. Itu yang kita teladani,” jelasnya.(*)
 
Sumber: YouTube Quraish Shihab

Load More