SUARABANDUNGBARAT - Penyebab father hanger itu apa? waduh, orang tua wajib wanti-wanti jangan sampai begini ya.
Father hanger adalah istilah baru yang sedang menjadi viral di kalangan orangtua. Istilah ini mengacu pada perasaan yang dirasakan oleh ayah yang merasa diabaikan atau tidak diakui dalam peran sebagai seorang ayah. Istilah ini berasal dari bahasa Inggris "dad-hanger", yang secara harfiah berarti "gantungan ayah".
Perasaan father hanger ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kurangnya waktu yang dihabiskan dengan anak, kurangnya pengakuan dari pasangan atau keluarga, dan peran ayah yang sering kali dianggap kurang penting dalam mengasuh anak.
Salah satu faktor penyebab father hanger adalah kesulitan yang dihadapi oleh para ayah dalam mencari keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
Banyak ayah yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan ini seringkali membuat mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.
Ketika anak-anak mulai tumbuh dan membutuhkan perhatian lebih, banyak ayah yang merasa terpinggirkan dan tidak bisa memberikan perhatian yang cukup kepada mereka.
Selain itu, peran ayah dalam mengasuh anak seringkali diabaikan atau dianggap kurang penting dalam keluarga. Banyak ibu yang seringkali mengambil alih semua tanggung jawab mengasuh anak, sehingga ayah seringkali hanya dianggap sebagai "pembantu" atau "pelengkap" dalam mengurus anak-anak.
Hal ini membuat ayah merasa tidak diakui dalam perannya sebagai orangtua.
Perasaan father hanger juga dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan dari pasangan atau keluarga. Banyak ayah yang merasa bahwa pasangannya tidak memberikan pengakuan atau dukungan yang cukup atas peran yang mereka lakukan dalam keluarga. Ini dapat menyebabkan ayah merasa tidak dihargai dan tidak diakui dalam keluarga.
Baca Juga: Inilah 8 Fakta Menarik Penyebab Pori-pori Kalian Menjadi Besar!
Untuk mengatasi perasaan father hanger, para ayah dapat melakukan berbagai cara, seperti mengalokasikan waktu khusus untuk menghabiskan waktu bersama anak, berbicara dengan pasangan tentang peran mereka dalam keluarga, dan menekankan pentingnya peran ayah dalam mengasuh anak.
Dengan adanya dukungan dari pasangan dan keluarga, ayah dapat merasa lebih dihargai dan diakui dalam perannya sebagai orangtua.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim