- Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan Jakarta.
- Prasetyo mendesak percepatan integrasi transportasi publik dan normalisasi sungai untuk mengatasi masalah kemacetan serta banjir secara berkelanjutan.
- Jakarta dituntut memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan demi mewujudkan kota global yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Suara.com - Menjelang usia Jakarta yang ke-500 pada 2027 mendatang, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014–2024, Prasetyo Edi Marsudi, mengingatkan agar arah pembangunan ibu kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan simbol kemajuan fisik.
Menurut Prasetyo, Jakarta yang bercita-cita menjadi kota global justru harus meletakkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama.
Pandangan tersebut disampaikan Prasetyo saat menghadiri kegiatan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
"Yang pertama soal pembangunan manusia sebagai Fondasi Kemajuan Jakarta. Ini nggak bisa cuma diukur dari infrastruktur dan gedung pencakar langit. Tapi bagaimana kualitas sumber data manusianya," ujarnya.
Prasetyo mengatakan selama memimpin DPRD DKI Jakarta, dirinya konsisten mendorong alokasi anggaran pada sektor pendidikan dan kesehatan sebagai investasi jangka panjang bagi warga Jakarta.
Selain pembangunan manusia, ia menilai integrasi transportasi publik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan jika Jakarta ingin keluar dari persoalan kemacetan kronis.
"Sebab saya percaya kalau ini sudah optimal, baik semua, nggak ada lagi yang mau pakai kendaraan pribadinya. Semuanya naik transportasi umum," terangnya.
Di sisi lain, Prasetyo juga menyoroti pentingnya pengendalian banjir yang hingga kini masih menjadi tantangan utama Jakarta. Menurut dia, program normalisasi sungai perlu terus dilanjutkan secara konsisten.
"Tapi saya lihat Mas Pram (Gubernur DKI Jakarta) concern sekali, dan titik-titik banjir kita bisa lihat sudah mulai berkurang. Intinya penataan kawasan bantaran perlu terus dilakukan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan lingkungan," tegasnya.
Baca Juga: Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
Tak hanya itu, Prasetyo menilai Jakarta harus memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan dengan memberi perhatian lebih besar pada isu lingkungan hidup.
"Kalau pemerintah sudah seperti itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan partisipasi yang aktif," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa status kota global tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Dan saya yakin, di kepemimpinan Mas Pram dan Pak Ketua DPRD yang baru ini, transparansi dan akuntabilitas dapat semakin optimal dan dapat merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien," tuturnya.
Menutup pandangannya, Prasetyo berharap usia setengah milenium Jakarta menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Menurut dia, Jakarta masa depan harus mampu menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik, bukan hanya bagi kelompok tertentu, tetapi untuk seluruh warganya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru