/
Jum'at, 14 April 2023 | 05:04 WIB
Buya yahya seks edukasi (Tangkap Layar Youtube Buya Yahya)

suaraBandungBarat.id - Agama adalah salah satu hal yang membatasi pendidikan seksual bagi banyak kalangan, terutama para remaja dan dewasa muda. Karena pendidikan seksual dianggap tabu, maka remaja dan dewasa awal dibiarkan untuk mencari tahu secara mandiri.

Menurut Buya Yahya, pendidikan seks kepada anak perlu cara tertentu agar tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Menurut hivos.org, pendidikan seksual “mandiri” yang dilakukan oleh para remaja dan dewasa awal ternyata malah membangkitkan kebingungan dalam diri mereka. 

Pada dasarnya, seorang anak yang belum baligh tidak akan pernah mengerti apa itu seks dan hal yang ada didalamnya.

Maka dari itu, orang tua perlu memberikan pengertian yang bijak tentang hal itu agar tidak melanggar kaidah Islam.

Menurutnya, seorang anak yang belum baligh tidak perlu diberi tahu tentang adanya hubungan seksual dalam pernikahan.

Maka, apabila ingin mengajarkan sex education pada anak, sebaiknya dilakukan dengan cara yang sedikit tertutup.

Artinya orang tua tidak perlu memberikan gambar-gambar yang berisi alat kelamin pria dan wanita kepada si anak.

Akan tetapi, orang tua perlu mengajari anaknya akhlak dan rasa malu apabila bertemu dengan lawan jenis. Bahkan juga harus diajari rasa malu bila membicarakan organ-organ vitalnya tersebut.

Baca Juga: Ramai Video Boy William, Ayu Ting Ting Curhat Takut Jatuh Cinta Sungguhan

Bagi Buya Yahya, hal tersebut merupakan cara terbaik orang tua karena tidak membuka sesuatu yang seharusnya belum diketahui anak. Selain itu, cara itu juga bernilai positif pada perkembangan akhlak anak.

"Bukan mengajarkan tentang seks, tapi dibalik tentang hubungan laki- laki dan perempuan dengan pesan akhlak," ujarnya. (*)

Load More