SuaraBandungBarat.id - Dr. Boyke menjelaskan permasalahan yang ada dalam hubungan suami istri, mengenai perempuan yang suka berpura-pura mencapai titik kepuasan saat menyalurkan hasrat biologis bersama pasangan.
Seorang ahli seksolog, dr. Boyke mengungkapkn bahwa rata-rata orang Indonesia itu susah untuk diberitahu mengenai titik-titik erogen yang ada pada perempuan, dan memilih untuk langsung melakukan hubungan badan sehingga menurutnya tindakan tersebut termasuk kekerasan dalam berhubungan.
" Karena orang Indonesia itu ngga mau diajarin mana titik erogen, mainnya langsung tancep kaya gitu akhinya wanita merasa seperti dipaksa. Ini menurut saya merupakan kejahatan seksual juga, karena tidak menikmati apa-apa, dan akhirnya untuk menyenangkan suami ia berpura-pura mencapai titik kepuasan dalam berhubungan, " jelasnya dikutip BandungBarat.suara.com dari channel Youtube Vindes, Senin, (17/04/2023).
Kemudian ia membeberkan data mengenai dua dari tiga orang perempuan Indonesia akan berpura-pura mencapai titik kepuasan saat berhubungan suami istri.
" Di Indonesia dua di antara tiga perempuan berpura-pura mencapai titik kepuasan saat berhubungan badan, ketika saya diundang seminar pasangan suami istri seakan-akan para perempuan yang harus mengerti mengenai seksualitas padahalkan laki-laki juga perlu pinter, " jelasnya.
" Laki-laki itu mikirnya cuman kaya main bola, gue dapet 3 lu 2 kali ( mencapai titik kepuasan ). Padahal kan hubungan suami istri bukan kaya gitu, lebih menikmati suatu perjalanan sampai ke puncak dan diakhiri dengan ejakulasi. " tambahnya. (*)
Berita Terkait
-
Gara-Gara Pasien Berhubungan Melalui Udel, Akhirnya Dr. Boyke Memilih Jadi Seksolog. Begini Cerita Lengkapnya!
-
Mr. P Suka Otomatis Naik Sendiri dan Tidak Bisa Diatur Otak? Ternyata Begini Penjelasan Dr. Boyke
-
Benarkah Ampedu Ular Cobra Bisa Atasi Masalah Kejantanan? Dr. Boyke : Laki-Laki Jantan Buat Istri Merintih Kepuncak Kenikmatan, Bukan KDRT!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?