SUARA BANDUNG BARAT - Menjelang Idul Fitri ini mungkin belum lengkap jika tidak membahas tentang mudik. Ini adalah sebuah tradisi yang seringkali dilakukan di Indonesia.
Pada saat menjelang Idul Fitri, banyak masyarakat Indonesia yang memilih mudik ke kampung halaman masing-masing. Apalagi bagi para perantau yang mungkin saja jarang bertemu keluarga.
Mudik merupakan sebuah pilihan sekaligus tradisi bagi masyarakat Indonesia untuk melepas rindu kepada sanak-saudara. Namun ternyata, tradisi mudik yang sering dilakukan pada mendekati Idul Fitri ini sudah ada sejak lama di Indonesia.
Lalu, siapa yang menciptakan mudik? Inilah asal-usul mudik, sebuah tradisi Idul Fitri di Indonesia dikutip dari akun tiktok Abibayu.
Tahukah Anda bahwa kata mudik itu ternyata merupakan singkatan dari Bahasa Jawa Ngoko? Jadi, mudik itu merupakan singkatan dari “mulih dilik” yang artinya “pulang sebentar”.
Namun, ada juga yang mengatakan bahwa mudik itu berasal dari Bahasa Betawi. Hal ini bisa saja benar, karena kata mudik diambil dari kata”udik” yang artinya “Kampung” atau “Dusun”.
Sementara itu, mudik sendiri artinya “menuju udik” atau “menuju kampung”. Antara dari Bahasa Jawa atau Bahasa Betawi, keduanya bisa saja benar.
Tetapi yang pasti, istilah mudik ini mulai populer di tahun 1970-an, dimana orang berbondong-bondong ke Jakarta untuk bekerja dan merubah nasib. Hal ini karena pada saat itu, Jakarta merupakan satu-satunya kota besar di Indonesia dan menjadi kota impian tujuan perantau.
Nah, kemudian ada masanya para perantau ini harus pulang ke kampung halaman mereka. Sejak saat itu, istilah mudik mulai dipakai oleh banyak orang.
Baca Juga: Mapolrestabes Pelabuhan Makassar Diserang, Pos Polisi Dibakar, Musala Dirusak di Makassar
Nah, itulah fakta dan sejarah mudik di Indonesia. Selamat menjalankan mudik dan semoga selamat sampai tujuan! (*)
Sumber: akun tiktok Abibayu
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik
-
Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering