- Aidil pada Aksi Kamisan ke-896 mengkritik kebijakan istana yang dianggap menguntungkan elit dan borjuis, bukan rakyat.
- Aidil mengecam sikap Kemlu RI yang dinilai "abu-abu" terkait konflik Asia Barat, menyerupai kemunduran diplomasi Indonesia.
- Ia menuduh pemerintah ingin berbisnis senjata dengan Israel dan menyerukan solidaritas global atas dasar HAM universal.
Suara.com - Seorang peserta Aksi Kamisan ke-896, Aidil, kali ini membawakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat serta menyerukan solidaritas global untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Dalam orasinya, Aidil, menyebut bahwa kebijakan yang lahir dari istana lebih banyak menguntungkan kepentingan elit dan kaum berkuasa.
“Kebijakan dari istana ini tidak pernah berpihak kepada rakyat proletar, tetapi selalu berpihak kepada rakyat borjuis,” ujar Aidil, dalam orasinya di depan Istana Negara, Kamis (5/2/2026).
Hal utama yang disoroti dalam aksi kali ini adalah sikap pemerintah terhadap konflik di Asia Barat. Aidil mengecam keras pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di media sosial X yang dianggap "abu-abu".
Menurutnya, dalam sebuah pernyataan mengecam serangan Israel baru-baru ini, Kemlu sama sekali tidak menyebutkan nama Palestina.
"Itu adalah suatu kemunduran diplomasi Indonesia. Apakah Prabowo lupa? apakah Sekjen Gerindra, Menteri Luar Negeri Sugiono lupa? bahwasannya Indonesia lahir, Indonesia tumbuh dari semangat anti-kolonialisme, dari semangat anti-imperialisme. " tegasnya.
Ia mengingatkan kembali memori sejarah tahun 1955, di mana Indonesia menjadi pelopor Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk menghimpun kekuatan melawan penjajahan.
Menurutnya, tindakan pemerintah saat ini yang dianggap condong mendukung blok Amerika Serikat dan membuka ruang diplomasi dengan Israel adalah pengkhianatan terhadap konstitusi.
Tudingan Bisnis Senjata dengan Israel
Baca Juga: Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?
Lebih jauh, Aidil melontarkan tuduhan serius mengenai adanya kerja sama militer "terselubung" antara Indonesia dan Israel. Ia menduga keinginan pemerintah untuk mempercepat normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel didorong oleh kepentingan bisnis pertahanan.
"Maka dari itu, marilah kita kecam, pemerintah Zionist Prabowo itu.
Bahwasannya, apa yang dilakukan Prabowo ialah untuk cepat-cepat membuka diplomasi dengan Israel. Supaya apa? Supaya bisa berbisnis senjata dengan Israel," ujarnya.
Di akhir orasinya, Aidil juga mengajak masyarakat untuk menghimpun "Solidaritas Global" yang melampaui batas negara, ras, dan agama. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu agama, melainkan persoalan hak asasi manusia yang universal.
"Selama darah kita mengalir dalam tubuh kita, selama kita masih hidup di dunia ini, maka selama itulah kita harus melawan Zionis Israel. Selama itulah kita harus membela manusia.
Membela Palestina tidak hanya berbicara mengenai agama, tidak hanya mengenai manusia yang ada di Asia Barat sana. Tetapi ini tentang pembelaan terhadap hak asasi manusia,” tutupnya.
Aksi Kamisan ke-896 ini tetap konsisten menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu sembari terus mengawal kebijakan pemerintah yang dianggap melenceng dari prinsip-prinsip kemanusiaan dan kemerdekaan. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?
-
Prabowo Resmi Lantik Hakim MK Adies Kadir dan Wamenkeu Juda Agung di Istana Negara
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?