- Anggota DPR RI Shanty Alda Nathalia mendesak PLN audit teknis Sutet di Brebes demi keselamatan warga padat penduduk.
- Shanty menuntut transparansi hasil audit kepada publik guna menepis keresahan masyarakat menjelang bulan Ramadan.
- Jika ditemukan potensi bahaya, PLN wajib segera melakukan mitigasi seperti peninggian menara atau solusi teknis lain.
Suara.com - Anggota DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyoroti sekaligus mendesak isu keselamatan warga terkait keberadaan menara dan jalur lintasan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau Sutet di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Merespons keresahan masyarakat yang memuncak belakangan ini, Shanty meminta PT PLN (Persero) dan kementerian terkait untuk tidak memandang sebelah mata potensi risiko yang ada.
Ia mendesak adanya langkah konkret berupa audit teknis menyeluruh guna memastikan infrastruktur kelistrikan tegangan tinggi tersebut benar-benar aman bagi pemukiman padat penduduk di sekitarnya.
Desakan Audit Teknis dan Kepatuhan Standar
dilontarkan Shanty Alda Nathalia. Hal itu tertuju pada kekhawatiran mengenai jarak aman atau Right of Way (ROW) serta dampak paparan medan elektromagnetik yang mungkin ditimbulkan oleh posisi SUTET tersebut.
Politisi perempuan ini menegaskan bahwa standar keselamatan adalah harga mati yang tidak boleh ditawar. Shanty menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk menuntaskan polemik ini sesegera mungkin.
"Kami mendorong PLN bersama Kementerian terkait untuk segera melakukan audit teknis menyeluruh, memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan potensi bahaya terkait posisi SUTET di Desa Adisana, Bumiayu. Jangan sampai kita menunggu kejadian yang tidak diinginkan baru bertindak," tegas Shanty Alda Nathalia, Kamis (5/2/202).
Transparansi Publik dan Ketenangan Ibadah Ramadan
Selain aspek teknis, Shanty Alda Nathalia juga menaruh perhatian besar pada aspek psikologis dan sosial masyarakat terdampak.
Menurutnya, ketidakjelasan informasi mengenai tingkat keamanan SUTET seringkali menjadi bahan bakar keresahan sosial dan spekulasi liar yang memicu kepanikan.
Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Anggota DPR Curhat Mati Listrik: Pak Bahlil, Tolong PLN-nya!
Oleh karena itu, Shanty mewajibkan PLN untuk mengedepankan transparansi. Hasil audit nantinya harus dibuka kepada publik agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan keselamatan.
Hal itu dinilai sangat krusial mengingat umat Muslim akan segera menyambut bulan suci Ramadan.
"Transparansi kepada masyarakat sangat penting agar tidak menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan. Apalagi sebentar lagi kita akan masuk bulan Ramadan. Warga butuh ketenangan batin untuk beribadah, jangan sampai kekhusyukan mereka terganggu oleh rasa was-was akan ancaman keselamatan dari infrastruktur di atas tempat tinggal mereka," tambah Shanty.
Langkah Mitigasi Tanpa Kompromi
Sebagai wakil rakyat, Shanty Alda Nathalia memberikan ultimatum bahwa jika dalam audit teknis nanti ditemukan adanya pelanggaran batas aman atau potensi bahaya (sekecil apapun) PLN harus segera melakukan mitigasi taktis.
Langkah mitigasi tersebut bisa berupa peninggian menara (tower raising), penguatan struktur, atau solusi rekayasa teknis lainnya yang dapat menjamin keselamatan nyawa manusia di bawahnya secara mutlak.
Kasus di Desa Adisana ini diharapkan Shanty menjadi momentum evaluasi serius bagi pemerintah pusat dan daerah. Ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur energi nasional sangat penting, namun harus tetap berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.
Berita Terkait
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
-
Viral Tagihan Listrik Cuma Rp15 Ribu per Bulan, Malah Bikin Ketar-ketir
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Hasil Proliga 2026 Putri Hari Ini: Poppy Aulia Bawa Electric PLN Gilas Popsivo Polwan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha
-
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung
-
Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara
-
KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen
-
Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif