Bola / Liga Italia
Kamis, 05 Februari 2026 | 19:02 WIB
Emil Audero ceritakan detik-detik flare meledak di dekatnya. (Kolase Suara.com/Football Italia)
Baca 10 detik
  • Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjelaskan dampak fisik ledakan petasan saat laga kontra Inter Milan pada Senin, 2 Februari 2026.
  • Audero menceritakan kronologi melihat benda asing dan ledakan mendadak yang membuatnya tidak sempat menghindar dari insiden berbahaya tersebut.
  • Ia mempertanyakan motif pelaku pelemparan petasan tersebut dan menekankan nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi dalam sepak bola.

Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi akhirnya angkat bicara secara mendetail mengenai insiden pelemparan petasan yang menimpa dirinya dalam laga kontra Inter Milan, Senin (2/2/2026) lalu.

Ia tidak hanya menceritakan kronologi kejadian, tetapi juga mempertanyakan motif di balik aksi nekat sang pelaku.

Mengenang kembali momen tersebut, Audero mengaku sulit mencerna apa yang telah terjadi, seraya bersyukur insiden itu tidak berakibat lebih fatal.

"Ini sesuatu yang sulit dicerna, karena Anda berpikir bahwa mengingat keadaannya, itu bisa lebih buruk," ucap Emil Audero kepada Paolo Tomaselli dari Corriere della Sera.

Penjaga gawang kelahiran Mataran ini kemudian membeberkan dampak fisik yang langsung ia rasakan sesaat setelah ledakan.

"Pada hari Minggu, saya mendapat pukulan yang sangat keras di telinga dan lutut kanan saya, kulit di antara kaus kaki dan celana pendek saya terbakar, sementara saya merasakan pukulan keras di telinga saya," ujar Emil.

"Dan saya akan menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kerusakan," sambungnya.

Mantan kiper Inter Milan itu lalu menceritakan kronologi versinya, di mana ia awalnya tidak menaruh curiga sama sekali saat melihat benda asing di dekatnya.

"Saya melihat sesuatu di tanah, tetapi itu sering terjadi dan Anda menghadapinya tanpa rasa takut, tetap fokus pada pertandingan," kata Emil Audero.

Baca Juga: 3 Fakta Pelaku Pelemparan Flare ke Emil Audero, Tidak Kehilangan Tiga Jari

"Namun, situasi berubah dalam sekejap. Saya mencoba menarik perhatian wasit dan dalam sekejap terjadi ledakan, saya tidak punya waktu untuk menghindar," bebernya.

Lebih dari sekadar menceritakan kejadian, kiper berusia 29 tahun itu menyimpan sebuah pertanyaan besar untuk sang pelaku.

Dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, ia mencoba memahami jalan pikiran orang yang telah mencelakai dirinya.

"Saya ingin bertanya kepada siapa pun yang melempar petasan itu mengapa," kata pemilik 4 caps bersama Timnas Indonesia itu.

"Mengapa Anda memutuskan untuk melukai orang lain dan diri Anda sendiri? Jelaskan kepada saya arti dari semua ini," lanjutnya lagi.

Insiden ini membuatnya merefleksikan kembali nilai-nilai luhur dalam olahraga, khususnya sepak bola, yang seharusnya dijunjung tinggi.

Load More