- Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjelaskan dampak fisik ledakan petasan saat laga kontra Inter Milan pada Senin, 2 Februari 2026.
- Audero menceritakan kronologi melihat benda asing dan ledakan mendadak yang membuatnya tidak sempat menghindar dari insiden berbahaya tersebut.
- Ia mempertanyakan motif pelaku pelemparan petasan tersebut dan menekankan nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi dalam sepak bola.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi akhirnya angkat bicara secara mendetail mengenai insiden pelemparan petasan yang menimpa dirinya dalam laga kontra Inter Milan, Senin (2/2/2026) lalu.
Ia tidak hanya menceritakan kronologi kejadian, tetapi juga mempertanyakan motif di balik aksi nekat sang pelaku.
Mengenang kembali momen tersebut, Audero mengaku sulit mencerna apa yang telah terjadi, seraya bersyukur insiden itu tidak berakibat lebih fatal.
"Ini sesuatu yang sulit dicerna, karena Anda berpikir bahwa mengingat keadaannya, itu bisa lebih buruk," ucap Emil Audero kepada Paolo Tomaselli dari Corriere della Sera.
Penjaga gawang kelahiran Mataran ini kemudian membeberkan dampak fisik yang langsung ia rasakan sesaat setelah ledakan.
"Pada hari Minggu, saya mendapat pukulan yang sangat keras di telinga dan lutut kanan saya, kulit di antara kaus kaki dan celana pendek saya terbakar, sementara saya merasakan pukulan keras di telinga saya," ujar Emil.
"Dan saya akan menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kerusakan," sambungnya.
Mantan kiper Inter Milan itu lalu menceritakan kronologi versinya, di mana ia awalnya tidak menaruh curiga sama sekali saat melihat benda asing di dekatnya.
"Saya melihat sesuatu di tanah, tetapi itu sering terjadi dan Anda menghadapinya tanpa rasa takut, tetap fokus pada pertandingan," kata Emil Audero.
Baca Juga: 3 Fakta Pelaku Pelemparan Flare ke Emil Audero, Tidak Kehilangan Tiga Jari
"Namun, situasi berubah dalam sekejap. Saya mencoba menarik perhatian wasit dan dalam sekejap terjadi ledakan, saya tidak punya waktu untuk menghindar," bebernya.
Lebih dari sekadar menceritakan kejadian, kiper berusia 29 tahun itu menyimpan sebuah pertanyaan besar untuk sang pelaku.
Dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, ia mencoba memahami jalan pikiran orang yang telah mencelakai dirinya.
"Saya ingin bertanya kepada siapa pun yang melempar petasan itu mengapa," kata pemilik 4 caps bersama Timnas Indonesia itu.
"Mengapa Anda memutuskan untuk melukai orang lain dan diri Anda sendiri? Jelaskan kepada saya arti dari semua ini," lanjutnya lagi.
Insiden ini membuatnya merefleksikan kembali nilai-nilai luhur dalam olahraga, khususnya sepak bola, yang seharusnya dijunjung tinggi.
"Sepak bola harus menyampaikan nilai-nilai, dan ia memiliki kekuatan yang sangat besar dalam hal itu," kata Audero.
"Sepak bola adalah tentang kesenangan, keterampilan, kualitas, komitmen, dan gairah. Inilah prinsip-prinsip yang ingin dan harus kita sampaikan."
"Itulah mengapa apa yang terjadi tidak dapat diterima, terutama pada saat yang sensitif seperti ini," tutupnya.
Berita Terkait
-
Cristian Chivu Tegaskan Inter Bisa Lebih Kuat Tanpa Belanja Pemain, Akademi Jadi Kunci
-
Inter ke Semifinal! Gol Bonny dan Diouf Bawa Nerazzurri Singkirkan Torino di Coppa Italia
-
Ledakan Petasan ke Emil Audero, Inter Milan Didenda Hampir Rp 1 Miliar!
-
Kena Lempar Petasan, Sikap Emil Audero Bikin Cremonese Bangga
-
TERBONGKAR! Vikings Pelaku Pelemparan Petasan Meledak ke Emil Audero
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok