SuaraBandungBarat.id - Semarak Lebaran bagi umat Muslim di Indonesia khususnya suku Jawa tak hanya sebatas merayakan Hari Raya Idulfitri saja.
Sepekan setelah Hari Raya Idulfitri, sebagian besar Muslim di Pulau Jawa biasanya menggelar perayaan lagi yang dinamakan Lebaran Ketupat.
Wakil Ketua Pengadilan Agama Penajam Achmad Fauzi dalam tulisannya di situs resmi Pengadilan Agama Penajam mengatakan masyarakat Muslim biasanya menghidangkan ketupat dalam perayaan ini. Ketupat merupakan makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur).
Lebaran Ketupat bagi sebagian orang dimaknai sebagai hari raya untuk orang yang menjalankan puasa di bulan Syawal. Perayaan ini dianggap harus dilakukan sebagai bentuk apresiasi bagi umat Muslim yang menjalankan puasa Syawal setelah sebelumnya berpuasa selama satu bulan saat Ramadan.
Di sisi lain, secara filosofis Lebaran Ketupat dimaknai sebagai penebusan dosa. Hal ini tercermin dari bentuk anyaman ketupat yang polanya cukup rumit dan digambarkan sebagai dosa dan kesalahan manusia yang harus ditebus. Penebusan dosa ini dilakukan melalui silaturahmi dan saling memaafkan antar manusia.
Hal itu membuat para pedagang ketupat mendapat limpahan rezeki di momen jelang lebaran ini. Hal ini juga dirasakan Pedagang ketupat di Pasar Pondok Gede, Bekasi.
Salah satu pedagang mengaku dapat memperoleh Rp500 ribu dengan hanya 3 jam berjualan.
Tradisi ketupat pada saat perayaan Lebaran tersebut berawal dari penyebaran agama Islam di pulau Jawa oleh Sunan Kalijaga. Salah satu tokoh Walisongo yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.
Tradisi Lebaran Ketupat, yang berasal dari wilayah pesisir utara Jawa, tempat awal penyebaran Islam, tak kuat pengaruhnya di pedalaman. Hanya sejumlah wilayah pesisir utara yang masih menganggap Lebaran Ketupat, biasa disebut "Hari Raya Kecil", sebagai Lebaran sebenarnya seperti Kudus, Pati, dan Rembang.
Baca Juga: Hukum Salat Ied Di Rumah: Begini Penjelasan Buya Yahya
Meski begitu, secara esensial tidak ada yang membedakan antara Lebaran Ketupat dengan Lebaran pada Hari Raya Idul Fitri.
Dilansir dari NU Online, lebaran ketupat juga dikenal sebagai kegiatan Syawalan tradisi lebaran yang digambarkan sebagai simbol kebersamaan.
Di Klaten, Jawa Tengah misalnya, lebaran ketupat dikenal dengan sebutan "Kenduri Ketupat".
Di era Wali Songo, Lebaran Ketupat ini biasanya dirayakan dengan memanfaatkan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Hukum Salat Ied Di Rumah: Begini Penjelasan Buya Yahya
-
CEK FAKTA: SAH! Demokrat Kubu Moeldoko Menang di Kemenkumham, AHY Nelangsa!
-
Ramai-ramai Inner Circle Taylor Swift Unfollow Instagram Joe Alwyn, Ada Apa?
-
Tampil Stylish Saat Lebaran, Ini 4 Rekomendasi Alas Kaki Untuk Pria
-
15 Kalimat Sungkem Lebaran 2023 Bahasa Jawa, Permohonan Maaf Bikin Suasana Haru
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan
-
Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
-
Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online
-
Fitur Darurat yang Jadi 'Biang Kerok' Salah Paham Pengguna Jalan, Sisi Gelap Penggunaan Hazard Motor