/
Senin, 08 Mei 2023 | 10:05 WIB
Ilustrasi, Miss V yang mempunyai bau tidak sedap bahkan seperti bau terasi. Berikut tata cara merawat area sensitif pada perempuan. (Freepik/wayhomestudio)

SuaraBandungBarat.id - Suami sering mengeluh gegara area sensitif bunda bau terasi? Berikut tata cara merawat Miss V menurut Dokter Boyke agar terhindar dari bau yang tidak sedap.

Dokter Boyke menjelaskan bahwa setiap perempuan wajib menjaga serta merawat area sensitif yang dimilikinya dengan cara memakai celana dalam yang berbahan katun agar dapat menyerap keringat.

" Miss V harus kamu rawat, jangan sampai bau terasi. Pertama, gunakanlah celana dalam yang bisa menyerap keringat yang terbuat dari katun, jadi ngga usahlah kecentilan pakai celana dalam yang terbuat dari jaring-jaring, " jelas Dokter Boyke dikutip BandungBarat.suara.com dari channel Youtube Sonora FM, Senin, (08/05/2023).

Dr. Boyke memberikan sebuah tata cara ketika  hendak membersihkan area sensitif perempuan dengan terlebih dahulu menyemprotkan air dari depan ke belakang.

" Kemudian, kalau cebok gunakanlah semprotan yang berasal dari depan ke belakang. Kalau yang dari belakang ke depan, itu bisa kotorannya masuk ke dalam vagina dan menimbulkan penyakit, " jelasnya. 

" Lalu bersihkan toilet sebelum melakukan aktivitas untuk buang air besar atau pun air kecil, maka seharusnya semprot-semprot dulu kalau perlu bawa tissu basah terlebih dahulu. Ingat loh 15% sampai 20% penyakit kelamin itu sering kali ditularkan oleh toilet yang kotor, " tambahnya.

Ahli seksolog ini menghimbau kepada para perempuan agar tidak mencukur habis mahkotanya agar dapat menyaring kotoran-kotoran yang akan masuk, sehingga dapat membantu menjaga kebersihan area sensitif.

" Lalu jangan di cukur gundul, tidak boleh. Karena rambut di sekitar area sensitif perempuan bisa menyaring kotoran-kotoran yang mau masuk. Terakhir, tidak perlu menyemprotkan minyak wangi di daerah sensitif." pungkasnya. (*)

Baca Juga: Melakukan Hubungan Suami Istri Hanya Satu Orang yang Aktif? Menurut Dokter Boyke, Konsepnya Gabegitu

Load More