SuaraBandungBarat.id – Sebuah penelitian menyebutkan bahwa sebanyak 53-85% perempuan pernah berpura-pura mencapai klimaks saat berhubungan suami istri.
Dilansir dari Instagram @inezkristanti pada Selasa (9/5/2023), berikut sebab perempuan berpura-pura mencapai klimaks.
Pertama, perempuan beranggapan bahwa dengan berpura-pura walau pada kenyataannya belum mencapai klimaks artinya menjaga harga diri pasangannya sebab ia tidak ingin pasangan menganggap dirinya sendiri kurang mahir.
”Takutnya kalo kita gak dapet, dia bakal mikir kalau dia kurang jago,” kata psikolog Inez Kristanti.
Kedua, ingin cepat selesai supaya dapat segera beristirahat karena aktivitas tersebut sudah dilakukan dengan durasi yang cukup lama sehingga menyebabkan kantuk dan rasa lelah.
Ketiga, insecure atau merasa tidak percaya diri kalau tidak mencapai klimaks, ia takut pasangan melihat ada yang aneh dalam dirinya sehingga pasangannya akan mencari tempat lain untuk menyalurkan kebutuhan biologis, padahal perempuan tidak perlu merasa aneh bila belum mencapai klimaks sebab ini termasuk hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
”Yang jelas nih Perempuan-Perempuan, gak ada untungnya pura-pura, lagi! Kita gak dapet enak, pasangan kita juga gak belajar gimana caranya,” terang Inez lagi.
”Emang nih kebiasaan cewe2, mikirin kesenengan dan jagain perasaan orang lain mulu, tapi ga terlalu mentingin kesenengan sendiri. Jadinya pura2 deh. Padahal kita berhak dapet enak juga lhooo ayo diajarin dong pasangannya,” ketik Inez dalam caption-nya.
Lebih utama dari semuanya, perempuan harus tahu bahwa bukan hanya pasangannya yang penting dalam sebuah hubungan konsensual, namun dirinya juga penting sehingga ia dan pasangan bisa merasa aman untuk saling jujur dan belajar antar satu sama lain.(*)
Sumber artikel : Instagram @inezkristanti
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim