/
Senin, 15 Mei 2023 | 16:39 WIB
Petani kopi saat menjemur kopi yang terendam air akibat banjir bandang (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Pengusaha kopi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat merugi mencapai ratusan juta rupiah.

Pasalnya, kopi hasil panen yang siap dipasarkan dan peralatan produksi tersebut terendam air lantaran dampak banjir bandang pada Sabtu (13/5/2023) lalu.

Pengusaha kopi setempat, Ating (47) menjelaskan, banjir bandang akibat luapan sungai Cibeber tersebut membuat kopi miliknya terendam air setinggi 50-60 centimeter.

“Banjir kali ini paling besar, biasanya tidak pernah seperti ini. Dalam tujuh terakhir ini paling besar. Seluruh kopi yang kami simpan terendam,” katanya, Senin (15/5/2023).

Ia menambahkan, kerugian tersebut akibat peralatan produksi kopi dan kopi sebanyak kurang lebih dua ton terendam air akibat luapan sungai Cibeber.

“Kopi sudah siap jual terendam banjir, dan ini akan mempengaruhi kualitas pada kopinya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, akibat terendam air mengakibatkan kualitas kopi Arabika miliknya menurun. Hal itu berdampak pada harga jual kopi.

"Biasanya harga jual kopi mencapai Rp75 ribu perkilogram. Namun jika kualitas kurang baik, kopi tersebut hanya bisa dijual dengan seharga Rp20 ribu," katanya.

“Kalau saya hitung kerugian ini mencapai Rp150 juta akibat peristiwa banjir bandang kemarin," imbuhnya.

Baca Juga: Perkosa Pembantu Saat Istri Bekerja, Aksi Bejat Dilakukan Usai Korban Tidurkan Anak

Akibat peristiwa tersebut, kata Ating, pihaknya terpaksa menjual kopi hasil panennya dalam keadaan basah sehingga berakibat harga jualnya turun drastis.

“Modal kan harus berputar sementara yang terendam ini sudah siap dijual. Kalau ingin kering lagi, ya harus dijemur dulu. Kan itu memakan waktu lama,” tandasnya. (*)

Load More