- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) BPS Kalbar memperbaiki asupan gizi dan meringankan pengeluaran rumah tangga penerima.
- Persentase kemiskinan Kalbar turun dari 6,16% (Maret 2025) menjadi 5,97% (September 2025) karena banyak faktor.
- Pengeluaran rokok pada rumah tangga miskin dinilai masih tinggi, berpotensi mengurangi alokasi belanja untuk kebutuhan gizi.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap pola konsumsi rumah tangga penerima manfaat. Program tersebut dinilai membantu memperbaiki kualitas asupan gizi sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga, yang berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan sepanjang 2025.
Kepala BPS Kalimantan Barat Muh Saichudin mengatakan, tren penurunan kemiskinan di Kalbar tidak lepas dari membaiknya kondisi ekonomi daerah serta penguatan berbagai program perlindungan sosial pemerintah.
"Persentase penduduk miskin Kalbar tercatat turun dari 6,16 persen pada Maret 2025 menjadi 5,97 persen pada September 2025, didorong perbaikan produksi pertanian, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan berbagai program perlindungan sosial," kata Saichudin di Pontianak, seperti dikutip dari Antara, Minggu.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi padi, pertumbuhan ekonomi Kalbar yang mencapai 5,39 persen, serta membaiknya konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama yang mendorong penurunan kemiskinan. Program sosial pemerintah, termasuk MBG, turut memperkuat daya beli masyarakat.
Menurut Saichudin, hasil survei monitoring BPS menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi pada keluarga penerima program Makan Bergizi Gratis, terutama rumah tangga dengan anak usia sekolah. Anak-anak yang sebelumnya kerap melewatkan sarapan atau kesulitan mengakses makanan layak kini memperoleh asupan gizi secara lebih teratur melalui layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu pendorong utama penurunan kemiskinan. Program makan bergizi gratis cukup berdampak terhadap pola konsumsi keluarga," kata dia.
Ia menambahkan, tersedianya makanan bergizi secara rutin membantu mengurangi pengeluaran harian rumah tangga untuk kebutuhan pangan. Kondisi tersebut memungkinkan sebagian pendapatan dialihkan ke kebutuhan lain yang bersifat jangka panjang, seperti pendidikan dan kesehatan.
Dalam penghitungan kemiskinan, BPS menggunakan pendekatan garis kemiskinan berbasis konsumsi makanan dan non-makanan, dengan standar kebutuhan minimum makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari. Dari struktur pengeluaran penduduk miskin, beras masih menjadi komoditas terbesar, disusul rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, dan mi instan.
Saichudin juga menyoroti masih besarnya porsi pengeluaran rokok di kalangan rumah tangga miskin, baik di perkotaan maupun pedesaan. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengurangi alokasi belanja untuk pangan bergizi.
Baca Juga: Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
"Jika pengeluaran rokok dapat dialihkan untuk pangan atau kebutuhan gizi, dampaknya tentu lebih baik bagi kesejahteraan keluarga," katanya.
BPS berharap tren positif penurunan kemiskinan di Kalimantan Barat dapat terus berlanjut melalui penguatan sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta keberlanjutan program bantuan sosial yang tepat sasaran, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang dinilai efektif meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat.
Berita Terkait
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
Benarkah Beras dan Rokok Penentu Garis Kemiskinan Warga Jakarta?
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025 di Tengah Tekanan Global
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres