SuaraBandungBarat.id- Lima kampung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat terdampak banjir bandang pada Sabtu (14/5/2023) kemarin.
Akibatnya, puluhan rumah dan dua sekolah serta pabrik teh dan kopi terdampak banjir bandang akibat luapan sungai Cibeber tersebut.
Kelima kampung tersebut yakni Kampung Rangkong RT 01/02, Kampung Cieter RT 03/10, Kampung Ciloklok RT 02/12, Kampung Cibeber dan Kampung Cibaliung RT 01,03, 04/RW 08.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Jarot Prasetyo menjelaskan, peristiwa banjir bandang tersebut terjadi lantaran intensitas hujan tinggi menerjang kawasan tersebut.
"Berdasarkan assessment sementara akibatnya ada sekitar 25 rumah di lima kampung terdampak banjir bandang tersebut," katanya, Minggu (14/5/2023).
Ia menambahkan, selain berdampak pada rumah warga. Ada dua sekolah dan dua pabrik yang juga terdampak oleh banjir bandang tersebut.
"Bangunan sekolah yang terdampak banjir bandang itu yakni SD 1 Cibeber dan SMPN 2 Sindangkerta serta satu pabrik kopi dan pabrik teh," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, setidaknya ada 98 rumah yang terdampak akibat luapan sungai Cibeber tersebut. Hingga saat ini, masyarakat setempat tengah membersihkan rumah tempat tinggalnya.
"Air yang masuk ke rumah warga setinggi 60-100 centimeter dan untuk saat ini air masuk ke rumah warga sudah surut," katanya.
Baca Juga: BBM Pertamax Tercampur Air di Kotawaringin Timur, Pertamina: Tidak Ada Unsur Sengaja
Ia menegaskan, akibat banjir bandang tersebut rumah warga terdampak bencana tidak mengalami kerusakan namun barang milik warga sempat terendam air.
"Kondisi rumah tidak ada kerusakan namun barang milik warga terendam. Ketika air surut masyarakat juga langsung kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan sisa-sisa banjir," tandasnya. (*)
Berita Terkait
-
50 Bacaleg DPC PKB KBB Siap Bertarung pada Pileg 2024, Asep Dedi: Mayoritas Wajah Baru dan Millenial
-
Hengky Kurniawan Buka Suara Usai Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Penyalahgunaan Jabatan
-
Tak Puas dengan Penjelasan Hengky Kurniawan Soal Dugaan 'Bermain' Rotasi Jabatan, Warganet: Intinya Nerima Uang Gak?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel