/
Minggu, 21 Mei 2023 | 18:04 WIB
Rektor UIN Bandung, Mahmud mendapat kritikan dari mahasiswanya menjelang masa berakhirnya jabatan rektor. (Instagram/demauinsgd)

Mahasiswa pun menyoroti dosen yang tidak mengajar secara serius seperti hanya membicarakan masalah pribadi atau berbagi pengalam sepanjang satu semester pembelajaran. Selain itu kerap pula ditemui dosen yang tidak masuk kelas dan tentunya hal ini merugikan mahasiswa sendiri yang merupakan subjek dari pendidikan tinggi.

6. Inkonsistensi Pikiran Rektor terhadap pemberantasan pelecehan dan kekerasan seksual

Disebutkan bahwa ada niatan untuk memfungsikan Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) menjadi satgas pemberantasan pelecehan dan kekerasan seksual namun keberadaan dan kebermanfaatannya masih dipertanyakan. Di sini, dalam anggapan mahasiswa terdapat inkonsistensi pikiran rektor.

7. Bentuk Kerjasama UIN Bandung yang tidak berpihak terhadap kepentingan mahasiswa

Selain itu, mahasiswa pun menyoroti persoalan kerjasama kampus yang dinilai tidak berkorelasi dengan kebutuhan mahasiswanya sendiri karena tidak menjawab apa yang menjadi kepentingannya. Seperti kebutuhan sponsorship organisasi mahasiswa serta persoalan yang akan menunjang studi penelitian.

8. Tidak representatifnya Mahmud sebagai bentuk kegagapan dan kegugupannya

Diketahui, rektor UIN Bandung, Mahmud juga menjabat sebagai ketua Forum PTKIN se-Indonesia, sayangnya hal ini tidak serta merta membuat gagasan dan perubahan dibawanya untuk kebaikan bersama melainkan dalam kritikan mahasiswa hanya menjadi simbol yang berdampakannya tidak dirasakan secara nyata dan menjadi fakta.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus UIN Sunan Gunung Djati sendiri belum memberikan respon terhadap kritikan yang diberikan mahasiswanya. Terakhir, postingan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Bandung telah mendapat tanggapan dari hampir 2.000 orang lebih. (*)

Baca Juga: 5 Fakta Hoaks 'Panglima TNI Dukung Anies' Berbuntut Panjang: Tim Khusus Dibentuk

Load More