Bola / Bola Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 | 21:19 WIB
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya (dok. PSSI Pers).
Baca 10 detik
  • Kelme Indonesia mengklarifikasi insiden lepasnya nameset jersey Timnas saat FIFA Series Maret 2026 di Jakarta.
  • Evaluasi internal menunjukkan masalah teknis terjadi pada proses pemasangan, mesin press, serta standar operasional prosedur.
  • Kelme memohon maaf atas kejadian tersebut dan berkomitmen memperbaiki proses produksi agar kualitas jersey lebih terjaga.

Suara.com - Insiden copotnya nameset jersey Timnas Indonesia saat FIFA Series 2026 akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pihak Kelme Indonesia.

Momen tersebut sempat menjadi sorotan publik setelah tulisan nama dan nomor punggung di jersey milik Dony Tri Pamungkas serta Ole Romeny terlihat terlepas saat pertandingan berlangsung.

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, memastikan bahwa material dan teknologi nameset yang digunakan sebenarnya sudah dirancang khusus untuk kebutuhan pemain profesional.

"Ketika kami meluncurkan nameset memang sudah direncanakan dipakai untuk pemain. Jadi teknologi dan bahan sudah disesuaikan untuk dipakai pemain," kata Kevin di GBK Arena, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, Kelme memilih menggunakan bahan silikon untuk nameset jersey Timnas Indonesia karena dianggap lebih fleksibel dibanding material lain seperti vinyl atau rubber.

"Untuk nameset pemain itu pakai silicon dibandingkan vinyl atau rubber. Secara material itu lebih lentur dan bisa fleksibel untuk pemain," tambahnya.

Setelah melakukan evaluasi menyeluruh pasca FIFA Series 2026 yang berlangsung pada akhir Maret lalu, Kelme menemukan bahwa persoalan utama bukan berasal dari kualitas material, melainkan proses pemasangan nameset pada jersey.

"Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa nempel bergantung pada material jersey, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya," jelas Kevin.

Kelme kemudian menyoroti adanya perbedaan performa pada mesin press yang digunakan saat pemasangan nameset. Faktor operator hingga standar operasional prosedur (SOP) juga disebut memengaruhi hasil akhir.

Baca Juga: Usai Timnas Indonesia U-17 Tundukkan China, Kurniawan Akui Tahu Cara Kalahkan Qatar

"Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya," ujar Kevin menambahkan.

Atas kejadian yang sempat viral tersebut, Kelme Indonesia menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan para pendukung Timnas Indonesia. Mereka juga berjanji akan melakukan evaluasi agar masalah serupa tidak kembali terulang.

"Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik. Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami memohon maaf terhadap hal ini."

"Kami transparan saja apa yang terlewat dari kami. Tinggal bagaimana 'apa selanjutnya?' dari Kelme untuk memperbaiki," pungkasnya.

Load More