SUARA BANDUNG BARAT - Banyak orang beranggapan jika bau badan diakibatkan oleh keringat. Padahal sejatinya keringat tidaklah berbau. Bau badan terjadi karena bakteri di kulit berkembang biak dan memecah protein dalam keringat sehingga menjadi asam.
Selain itu, bau badan juga dipengaruhi oleh perubahan hormon androgen di dalam tubuh, alasan inilah yang menyebabkan kenapa banyak remaja yang sedang mengalami masa pubertas seringkali bau badan.
Bau badan sendiri dapat menjadi salah satu sebab menurunnya kepercayaan diri seseorang, bau yang tak sedap itu biasanya akan membuat orang lain terganggu. Untuk itu, berikut adalah beberapa cara sederhana dan mudah yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bau badan:
1. Kenakan pakaian yang dapat menyerap keringat dan bersih
Untuk mengurangi keringat yang berlebih, tentunya kamu harus mengenakan pakaian yang dapat menyerapnya secara maksimal. Karenanya kamu harus memastikan agar pakaian yang digunakan bersih dan sesuai dengan aktifitas yang akan dilakukan.
Kamu dapat mengenakan pakaian berbahan katun yang dapat lebih baik menyerap keringat, pakaian berbahan ini akan membuat tubuhmu tidak merasa gerah karena sejuk saat dikenakan.
2. Bersihkan badan secara teratur
Jika kamu sering tidak membersihkan diri, maka dapat dipastikan kamu akan mengalami bau badan. Oleh karenanya, bersihkan badan atau mandilah secara teratur setiap harinya. Kamu dapat mandi sebanyak 1-2 kali dalam sehari atau pun setelah berolahraga atau melakukan aktifitas yang menyebabkan banyak mengeluarkan keringat.
3. Perhatikan asupan makanan
Baca Juga: Julid Video Syur 47 Detik, Nikita Mirzani Nyinyir Soal Si Wanita yang Merem: Gue Melotot!
Diketahui beberapa jenis makanan akan menyebabkan produksi keringat lebih banyak dan dapat membuat bau badan, salah satu contohnya ialah makanan pedas, berlemak atau pun makanan yang mengandung bau tajam seperti bawang. Batasilah makanan tersebut sekurang mungkin untuk menghindari bau badan.
4. Gunakan deodoran
Bau badan kerapkali diidentikan dengan bau ketiak. Karenanya ketiak merupakan salah satu area yang paling banyak mengeluarkan keringat. Untuk mengatasi bau ketiak tersebut maka dapat menggunakan deodoran, antiperspiran atau produk lain yang mengkombinasi dari keduanya.
Demikianlah beberapa cara sederhana dan mudah yang dapat kamu lakukan untuk menghilangkan atau mengurangi bau badan yang dapat menyebabkan orang lain tidak nyaman saat berdekatan. (*)
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
Terkini
-
BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Ahmad Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Teror Terhadap Demokrasi
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Terbanyak Berasal dari Shio Tikus
-
Promo Minyak Goreng di Alfamart Diskon Gede-gedean, Cek Daftar Lengkap Merek Favorit
-
Emil Audero Bikin Jay Idzes Seperti Anak Kemarin Sore di Serie A Italia
-
Warga Depok dan Bekasi Wajib Tahu: Dedi Mulyadi Pangkas Aturan Ribet Bayar Pajak Kendaraan
-
Rismon Sianipar Tantang Roy Suryo Bedah Ijazah Jokowi, Temukan Bukti Forensik Stempel dan Emboss
-
Novel Boulevard of Wedding Dreams: Cara Memaknai Cinta setelah Patah Hati