- BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor perbankan menjadi Overweight karena harga saham dianggap sudah terlalu murah akibat koreksi.
- Tim riset menilai pasar bereaksi berlebihan terhadap ketidakpastian ekonomi dengan mengasumsikan penurunan laba perbankan yang terlalu dalam.
- BBCA ditetapkan sebagai pilihan utama karena memiliki fundamental kuat serta ketahanan tinggi dalam menghadapi tekanan pasar finansial.
Suara.com - BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menaikkan rekomendasi sektor perbankan dari sebelumnya Neutral menjadi Overweight. Artinya, sekuritas menyarankan untuk membeli atau menambah valuasi saham perbankan di tengah tekanan pasar dan ketidakpastian ekonomi.
Dalam riset terbarunya, BRI Danaeriksa Sekritas saham perbankan Indonesia saat ini sudah terlalu murah setelah mengalami koreksi signifikan sejak awal tahun.
"Pada valuasi saat ini, kami menilai pasar telah memasukkan premi risiko yang berlebihan serta ekspektasi pertumbuhan negatif yang terlalu dalam," tulis tim riset BRI Danareksa seperti dikutip, Jumat (12/6/026).
Tim analis juga mencatat harga saham perbankan nasional telah terkoreksi 15 persen hingga 36 persen sejak awal tahun. Dengan valuasi saat ini, pasar seolah-olah memperkirakan laba bank-bank besar akan mengalami kontraksi pada 2026.
Berdasarkan perhitungan BRI Danareksa Sekuritas, valuasi BBRI saat ini mencerminkan ekspektasi penurunan laba sebesar 22,8 persen. Sementara itu, BBCA mencerminkan penurunan laba 14,9 persen, BMRI 12,7 persen, dan BBNI 11,1 persen.
Padahal, menurut BRIDS, asumsi tersebut terlalu konservatif jika dibandingkan dengan rekam jejak pertumbuhan laba sektor perbankan selama ini.
Di antara saham perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, BBCA menjadi pilihan utama. Perseroan dinilai memiliki fundamental yang kuat dan lebih tahan menghadapi ketidakpastian dibandingkan emiten sejenis.
"Di tengah kinerja yang tertinggal dibandingkan beberapa saham sekelasnya, BBCA tetap menjadi pilihan paling aman berdasarkan analisis kami dalam kondisi saat ini," tulis riset tersebut.
Selain itu, BBCA juga dinilai mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi tanpa bergantung pada peningkatan leverage secara agresif.
Baca Juga: Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
Faktor tersebut membuat bank swasta terbesar di Indonesia itu relatif lebih tangguh menghadapi potensi tekanan kualitas aset maupun kenaikan biaya kredit.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, BRIDS memutuskan menaikkan rekomendasi sektor perbankan menjadi Overweight.
"Meskipun risiko arus keluar dana asing dan perlambatan ekonomi domestik masih membayangi, kami menaikkan rekomendasi sektor perbankan menjadi Overweight karena penurunan harga saham yang terjadi sudah melampaui penurunan fundamentalnya. Pilihan utama kami tetap BBCA, diikuti oleh BTPS," tulis tim riset.
Meski demikian, BRIDS mengingatkan bahwa risiko penurunan kualitas aset kredit dan tekanan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang lebih besar dari perkiraan masih menjadi faktor yang perlu dicermati investor.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
-
Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 222 SPPG