- Polda Metro Jaya dan TNI mengerahkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat mahasiswa di Jakarta Pusat, Jumat ini.
- Aparat melakukan pemetaan potensi gangguan keamanan, ketertiban, dan menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas situasional di sekitar lokasi aksi tersebut.
- Pihak kepolisian mengimbau massa aksi agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi hukum, serta tidak melakukan tindakan anarkis demi keamanan bersama.
Suara.com - Kawasan Jakarta Pusat, khususnya di sekitar Bundaran HI dipastikan dalam pengawalan ketat hari ini, Jumat. Polda Metro Jaya bersama unsur TNI mengerahkan total 4.151 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat oleh sejumlah elemen mahasiswa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengerahan pasukan skala besar ini bertujuan untuk menjamin keamanan, baik bagi massa aksi maupun masyarakat umum.
"Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya," ujar Budi dalam keterangannya, Jumat.
Rincian Pasukan dan Titik Antisipasi
Dari total 4.151 personel yang diterjunkan, Budi merinci kekuatan tersebut terdiri dari:
- 3.651 Personel Polri
- 500 Personel TNI
Selain menyiagakan ribuan pasukan, pihak kepolisian juga telah memetakan berbagai potensi gangguan di lapangan.
"Antisipasi tersebut meliputi potensi kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, gangguan fasilitas umum, hingga potensi tindak kriminalitas," kata Budi menambahkan.
Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas
Bagi masyarakat yang berencana melintasi kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan dan Monas, diimbau untuk waspada. Kepolisian telah menyiapkan skenario rekayasa arus lalu lintas yang bersifat situasional.
Baca Juga: Roy Suryo Serang Balik! Polisikan Rismon Sianipar dan Lechumanan Terkait Keterangan Palsu dan Fitnah
"Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan," jelasnya.
Imbauan Aksi Damai
Menutup keterangannya, Polda Metro Jaya berpesan agar massa aksi dapat menyampaikan aspirasinya dengan kepala dingin dan tetap mematuhi koridor hukum yang berlaku di Indonesia.
"Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," tutur Budi.
Berita Terkait
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Roy Suryo Serang Balik! Polisikan Rismon Sianipar dan Lechumanan Terkait Keterangan Palsu dan Fitnah
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump
-
Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami