News / Nasional
Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi demo mahasiswa di Jakarta. [Suara.com/Yasir]
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya dan TNI mengerahkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat mahasiswa di Jakarta Pusat, Jumat ini.
  • Aparat melakukan pemetaan potensi gangguan keamanan, ketertiban, dan menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas situasional di sekitar lokasi aksi tersebut.
  • Pihak kepolisian mengimbau massa aksi agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi hukum, serta tidak melakukan tindakan anarkis demi keamanan bersama.

Suara.com - Kawasan Jakarta Pusat, khususnya di sekitar Bundaran HI dipastikan dalam pengawalan ketat hari ini, Jumat. Polda Metro Jaya bersama unsur TNI mengerahkan total 4.151 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat oleh sejumlah elemen mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengerahan pasukan skala besar ini bertujuan untuk menjamin keamanan, baik bagi massa aksi maupun masyarakat umum.

"Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya," ujar Budi dalam keterangannya, Jumat.

Rincian Pasukan dan Titik Antisipasi

Dari total 4.151 personel yang diterjunkan, Budi merinci kekuatan tersebut terdiri dari:

  • 3.651 Personel Polri
  • 500 Personel TNI

Selain menyiagakan ribuan pasukan, pihak kepolisian juga telah memetakan berbagai potensi gangguan di lapangan.

Personel Polres Metro Jakarta Pusat saat bersiaga untuk mengawal unjuk rasa di Jakarta. (Foto dok. Humas Polres Metro Jakpus)

"Antisipasi tersebut meliputi potensi kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, gangguan fasilitas umum, hingga potensi tindak kriminalitas," kata Budi menambahkan.

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas

Bagi masyarakat yang berencana melintasi kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan dan Monas, diimbau untuk waspada. Kepolisian telah menyiapkan skenario rekayasa arus lalu lintas yang bersifat situasional.

Baca Juga: Roy Suryo Serang Balik! Polisikan Rismon Sianipar dan Lechumanan Terkait Keterangan Palsu dan Fitnah

"Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan," jelasnya.

Imbauan Aksi Damai

Menutup keterangannya, Polda Metro Jaya berpesan agar massa aksi dapat menyampaikan aspirasinya dengan kepala dingin dan tetap mematuhi koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," tutur Budi.

Load More