SuaraBandungBarat.id - Fadly Faisal setia menemani sang kekasih, Rebecca Klopper saat menjalani konferensi pers kasus dugaan video syur berdurasi 47 detik. Diketahui, akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan viralnya video syur yang menampilkan pemeran wanita diduga mirip Rebecca Klopper.
Pada saat konferensi pers berlangsung, Fadly duduk di samping Becca. Becca tidak membahas siapa pemeran wanita dalam video tersebut. Ia hanya menyampaikan permintaan maaf yang sudah tertulis dalam selembar kertas.
Meski terus menunduk, Rebecca Klopper tetap memberanikan diri untuk membacakan permintaan maafnya. Rebecca meminta maaf dengan didampingi Fadly Faisal, manajemen, dan kuasa hukumnya, Sandy Arifin.
"Assalamualaikum wr wb. Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan pemberitaan tentang saya, Rebecca Klopper," ucap Rebecca Klopper memegang kertas ditemui di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Rebecca Klopper meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia lantaran sempat membuat heboh mengenai pemberitaan tentang dirinya.
"Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia diebohkan pemberitaan tentang saya, Rebecca Klopper. Dalam hal ini saya, Rebecca Klopper memohon maaf yang sebesar-besarnya pada masyarakat Indonesia atas pemberitaan tersebut," kata Rebecca di Kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Rebecca juga meminta maaf kepada keluarga besar kekasihnya, Fadly Faisal, yang ikut terseret atas pemberitaan mengenai dirinya.
"Termasuk juga Fadly Faisal dan keluarga yang turut menjadi korban dari berita tersebut," ujar Rebecca Klopper.
Rebecca mengaku sudah melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib, per tanggal 22 Mei 2023. Rebecca berharap bahwa masalah terkait beredarnya video syur 47 detik yang diduga mirip dirinya ini dapat ditangani hingga tuntas.
Baca Juga: Ngaku Sudah Tahan dari Godaan dan Uang, PKS Tak Goyah Dukung Anies Baswedan Jadi Capres 2024
"Permasalahan ini sudah saya laporkan kepada polisi di Bareskrim Mabes Polri pada hari Senin 22 Mei 2023 untuk memperoleh penanganan. Untuk itu saya menyerahkan segala sesuatu tentang masalah ini kepada kepolisian," jelasnya (*)
Berita Terkait
-
Ngaku Sudah Tahan dari Godaan dan Uang, PKS Tak Goyah Dukung Anies Baswedan Jadi Capres 2024
-
Sonya Fatmala Dukung Transisi Siswa PAUD ke SD harus Menyenangkan
-
Bucin Banget, Okin Video Call Regina Phoenix Pacar Barunya Saat Manggung
-
Temuan Kasus Tuberkulosis Masih Rendah, Dinkes Sleman Gencarkan Jemput Bola
-
Tajir Abis, G-Dragon Hadiahkan Sneakers Mahal untuk Staff YG Entertainment
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas