- Direktur ILRC Siti Aminah Tardi mendeteksi 20 kasus femisida terhadap perempuan di Indonesia sepanjang tahun 2025.
- Temuan tersebut disampaikan dalam diskusi publik daring mengenai laporan pemantauan femisida seksual pada Sabtu, 9 Mei 2026.
- Kasus femisida dipicu oleh perselisihan transaksi industri seks serta penolakan tanggung jawab atas kehamilan yang tidak diinginkan.
Suara.com - Direktur Indonesian Legal Resource Center (ILRC) Siti Aminah Tardi mengungkapkan pihaknya mendeteksi 20 kasus femisida atau kekerasan seksual terhadap perempuan sepanjang 2025.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa setiap kasus tersebut merupakan pelanggaran atas hak hidup manusia.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk ”Laporan Pemantauan Femisida Seksual 2025” yang diselenggarakan ILRC secara daring.
“Walaupun jumlahnya 20, ini tetap merupakan tragedi kemanusiaannya karena satu pun itu sudah melanggar hak hidup orang dan sudah sangat banyak lah ya bagi kita,” kata Siti Aminah, Sabtu (9/5/2026).
Menurut dia, sebagian dari kasus dimaksud berkaitan dengan aktivitas seksual. Siti Aminah mengungkapkan lima dari 20 kasus tersebut terjadi di industri seks yang menjadikan perempuan pekerja seks sebagai korban dari pengguna jasa.
“Motif yang muncul adalah perselisihan transaksi atau jasa seksualnya,” ujar Siti Aminah.
Mantan Komisioner Komnas Perempuan itu juga menyebut bahwa terdapat tujuh kasus femisida intim karena perempuan menolak bertanggung jawab atas kehamilan yang tidak diinginkan.
“Jadi memang dalam banyak literatur kekerasan intim pacaran itu, femisida itu, salah satu pemicunya adalah kehamilan yang tidak dikehendaki,” ucap Siti Aminah.
“Itu berkaitan dengan tuntutan bertanggung jawab, tuntutan normal, dan juga misalnya ketidaksiapan untuk memasuki dunia perkawinan ya,” tandas dia.
Baca Juga: API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer