/
Selasa, 13 Juni 2023 | 20:20 WIB
CEK FAKTA: Reino Barack Ngamuk, Rugi Triliunan Rupiah Karena Ulah Maia Bongkar Kebohongan Irwan Mussry, Benarkah? (Tangkapan layar dari Youtube Vemi Liar.)

SuaraBandungBarat.id - Beredar video yang diklaim menampilkan video bahwa Reino Barack ngamuk karena rugi triliunan rupiah akibat ulah Maia bongkar kebohongan Irwan Mussry.

Video tersebut berjudul, “Reino Barack Ngamuk!! Rugi Triliunan Rupiah Karena Ulah Maia Bongkar Kebohongan Irwan Mussry," sebagaimana dikutip oleh SuaraBandungBarat.id dari kanal Youtube Vemi Liar, Selasa (13/6/2023). 

Di mana, video yang berdurasi tiga menit lebih tiga puluh delapan detik telah ditonton sebanyak satu koma tiga ribu kali penonton.

Video tersebut dilengkapi dengan sampul video dengan narasi yang hampir serupa yaitu menekankan bahwa Reino Barack ngamuk karena rugi triliunan rupiah akibat ulah Maia bongkar kebohongan Irwan Mussry.

“Hotman Paris Pasang Badan. Reino Barack Tak Trima Bangkrut Karna Maia Estianty. Reino Barack dan Irwan Mussry Rugi Triliun Rupiah Karna Maia,” tulis keterangan thumbnail video tersebut.

Lantas, apakah klaim video tersebut adalah benar? Simak penjelasan berikut ini.

CEK FAKTA:

Usai menonton video tersebut, tidak ada pernyataan atau bukti akurat yang membuktikan bahwa Reino Barack ngamuk karena rugi triliunan rupiah akibat ulah Maia bongkar kebohongan Irwan Mussry.

Di mana, narator hanya membacakan berita dari salah satu media online bahwa pabrik uang Reino Barack dan Syahrini dikabarkan bangkrut. Setelah beberapa bulan tinggal di Singapura, nasib restoran mewah milik Reino Barack jadu sorotan publik.

Baca Juga: CEK FAKTA: Dikawal Ketat Oleh Petugas Kepolisian, Krisdayanti Terseret Jaringan Besar Narkoba, Benarkah?

Narator menyampaikan bahwa Reino Barack bekerja sama dengan Irwan Mussry.

KESIMPULAN:

Setelah ditelusuri, dalam video tersebut tidak ada bukti yang akurat terkait Reino Barack ngamuk karena rugi triliunan rupiah akibat ulah Maia bongkar kebohongan Irwan Mussry. Maka, informasi tersebut dikategorikan ke dalam konten hoax alias informasi yang menyesatkan. (*)

Load More