SUARA BANDUNG BARAT - Terlalu sering cepat 'keluar' adalah masalah yang kerap dikeluhkan oleh para pria ketika melakukan hubungan suami istri.
Menurut dr. Haekal Anshari, seorang dokter estetik menerangkan hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagi faktor.
Seperti, kondisi hormonal, kesehatan organ pendukung fungsi seksual (pembuluh darah), stimulasi seksual yang dialami, kondisi psikis dan pengalaman seksual sebelumnya.
Berdasarkan studi durasi hubungan intim (penetrasi) membutuhkan sekitar 3-7 menit atau 7-13 menit (paing optimal).
Kondisi fisik yang lemah, diabetes, stres, impotensi dan hiperteroid dan hipertensi dapat menyebabkan ejakulasi lebih dini.
Dampaknya adalah sulit seorang perempuan untuk menikmati hubungan badan dan mencapai puncak kepuasan.
Meskipun, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak hal seperti foreplay yang kurang optimal, lubrikasi Ms V yang kurang karena kondisi tertentu, posisi hubungan badan yang tidak nyaman dan lain semacamnya.
Tetapi, selain itu kondisi ereksi Mr. P laki-laki yang kurang keras optimal juga menyebabkan perempuan sulit menikmati hubungan badan yang sempurna.
Tentunya dampak terburuk jika pasangan tidak puas terhadap 'performa'-mu di ranjang, akan mengganggu hubungan kalian hingga memicu keretakan rumah tangga.
Baca Juga: Sepekan Terakhir Gunung Merapi Luncurkan 119 Lava ke Barat Daya, Jarak Terjauh 2 Kilometer
Oleh sebabnya, dr. Haekal Anshari kemudian membagikan tips agar tahan lama dan memuaskan saat berhubungan badan.
Tetapi, sebelum itu dr. Haekal mewanti-wanti agar terlebih dahulu untuk memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat dan kondisi psikis yang lebih sehat pula.
Karenanya ia menyarankan agar membiasakan hidup sehat dan kondisi pikiran yang tidak stres sehingga jika hal ini jauh dari kehidupan kita, akan berdampak pada pola hubungan intim yang optimal.
Karena, kedua hal tersebut akan sangat banyak memengaruhi kondisi seorang laki-laki secara keseluruhan termasuk dalam berhubungan badan.
Tips pertama yang diberikan dr. Haekal adalah membicarakan secara terbuka seksualitas Anda dan pasangan.
"Misalnya kekhawatiran Anda, atau saling berdiskusi untuk mencoba posisi hubungan seks yang berbeda atau melakukan hubungan seks di waktu yang berbeda" ungkap dokter tampan tersebut.
Kedua, dapat menggunakan kondom yang dapat memperpanjang durasi tanpa mengurasi sensasi penetrasi.
Ketiga, optimal foreplay. Hal ini dimaksudkan karena dapat memberikan kesempatan kepada perempuan untuk terangsang. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Makin Panas! Presiden Inter Milan Serang Balik Direktur Juventus Giorgio Chiellini
-
'Hilang Huma(n)': Ketika KoBer Membaca Krisis Pangan sebagai Krisis Peradaban
-
Igor Tudor Datang, Pelatih Keturunan Indonesia Pergi dari Tottenham Hotspur
-
Tersandung Izin Kerja seperti Maarten Paes, Van Persie Akali Aturan Demi Raheem Sterling
-
Dianggap Punya DNA United, Pelatih Elkan Baggott Dirumorkan Bakal Gantikan Carrick di MU
-
Mohamed Salah Menuju ke Arab Saudi, Liverpool Siapkan 4 Calon Pengganti
-
Eks Winger Liverpool Ditangkap Polisi di Bandara, Terlibat Kasus Apa?
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Targetkan Piala Dunia, John Herdman Waspadai Ekspektasi Publik Bisa Jadi Kutukan Timnas Indonesia