Suara Bandung Barat - Simak berikut adalah tata cara salat dhuha yang dikatakan tentangnya akan mendatangkan kabarakahan dalam rejeki.
Seorang Muslim sudah barangtentu mengetahui keutamaan melakukan ibadah di waktu dhuha.
Salah satunya adalah dengan menegakan Salat sunnah dhuha, Salat yang dapat dilakukan 2-12 rakaat ini dinilai sebagai Salat pendatang rezeki dan keberkahan.
Rasulallah SAW sendiri menganjurkan beberapa Salat sunnah yang seyogyanya dilakukan oleh kaum muslimin salah satunya adalah Salat dhuha.
Agar dapat menjalankan ritual ibadah sunah ini dengan semaksimal mungkin, maka berikut adalah cara melakukan Salat sunah Dhuha.
Secara garis besar, sebenarnya pelaksanaan Salat dhuha tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan salat-salat wajib atau sunnah lainnya.
Dalam segi jumlah rakaat, kita dapat menunaikannya dengan 2, 4, 8 hingga 12 rakaat.
Salah satu keutamaan yang dijanjikan dalam pelaksanaan Salat ini adalah barangsiapa yang mengerjakannya hingga 12 rakaat, maka baginya berhak mendapat dibangunkan istana untuknya di surga kelak.
Akan tetapi, meskipun janji pahala yang begitu menggiurkan tersebut senyatanya semua akan tergantung kepada Keridhoan Allah SWT. Oleh karenanya, dihimbau agar segenap kaum muslimin menunaikan Salat ini dengan niat untuk-Nya semata.
Baca Juga: Sidang Vonis Pembunuh Ayah Kandung di Depok Ditunda Gegara Hakim Pergi ke Luar Kota
Berikut adalah tata cara pelaksanaan Salat dhuha:
1. Niat (dapat diucapkan atau tidak diucapkan tetapi diniatkan untuk melaksanakan salat sunah dhuha).
Contoh: Aku niat Salat Dhuha ... rakaat karena Allah SWT.
2. Takbiratul Ihram;
3. Membaca doa iftitah;
4. Membaca Surat Al Fatihah;
5. Membaca salah satu surat dalam Alquran;
6. Rukuk;
7. Itidal;
8. Sujud pertama;
9. Duduk diantara dua sujud;
10. Sujud kedua;
11. Berdiri kembali dan mengulangi gerakan Salat sebagaimana rakaat pertama;
12. Tasyahud akhir diikuti dengan salam.
Untuk membaca Surat setelah Surat Alfatihah dapat membaca Surat yang mana saja.
Akan tetapi, lebih diutamakan jika membaca Surat Ad-duha karena Surat tersebut pun dinilai memiliki makna yang sangat dalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Lebaran di Kuburan: Permintaan Melonjak, Bunga Rampai Jadi 'Emas' Dadakan
-
Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan
-
Usai Lebaran 2026, Nonton Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
-
Arus Balik Lebaran 2026 Kapan Dimulai? Pemudik Harus Siap Hadapi Puncaknya
-
Film Dream Animals: The Movie, Hewan Lucu Selamatkan Dunia Camilan
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya
-
Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor