SUARABANDUNGBARAT - Kenapa Vagina Mendadak Kentut? Ternyata Ini Nih Penyebabnya Bund...
Vaginal flatus, yang umumnya disebut "kentut vagina" atau "vaginal gas," adalah kejadian ketika udara atau gas terlepas dari vagina, menciptakan bunyi yang seringkali dianggap sebagai kentut.
Meskipun topik ini masih dianggap tabu, penelitian ilmiah telah memperjelas fenomena ini.
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme dan penyebab vaginal flatus berdasarkan bukti ilmiah yang ada.
Anatomi Vagina dan Struktur Sekitar Vagina merupakan saluran elastis yang menghubungkan serviks rahim ke vulva.
Dikelilingi oleh otot-otot panggul dan dinding vagina, daerah ini berhubungan erat dengan organ-organ sekitarnya seperti usus besar, usus kecil, dan kandung kemih.
Mekanisme Vaginal Flatus Vaginal flatus terjadi ketika udara terjebak di dalam vagina dan dikeluarkan melalui saluran tersebut.
Udara ini dapat masuk ke dalam vagina melalui beberapa cara, termasuk penetrasi seksual, gerakan tubuh yang menyebabkan udara tertelan, atau masuknya udara melalui celah-celah kecil di sekitar daerah panggul.
Faktor-faktor Pemicu Vaginal Flatus Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya vaginal flatus, antara lain:
Baca Juga: Vagina Istri Melebar Diakibatkan Sering Berhubungan Badan? Ini Dia Penjelasannya...
a. Hubungan Seksual: Aktivitas seksual tertentu dapat menyebabkan udara terjebak di dalam vagina dan keluar saat bergerak atau mengganti posisi tubuh.
b. Melahirkan: Proses persalinan bisa mengubah struktur dan elastisitas otot-otot panggul, sehingga mempengaruhi terjadinya vaginal flatus.
c. Olahraga: Beberapa gerakan tubuh saat berolahraga tertentu dapat menyebabkan masuknya udara ke dalam vagina.
d. Perubahan Hormon: Perubahan hormon, seperti menopause, juga bisa mempengaruhi kekencangan otot-otot panggul.
Pencegahan dan Penanganan Vaginal flatus biasanya tidak berbahaya dan merupakan hal yang normal.
Namun, beberapa langkah dapat membantu mengurangi kejadian ini, termasuk latihan kegel untuk menguatkan otot-otot panggul, menghindari makanan yang menyebabkan penumpukan gas, dan berkomunikasi terbuka dengan pasangan tentang ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama hubungan seksual.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
-
Harga Google Pixel 9 Terbaru April 2026 di Indonesia, Ini Keunggulannya
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Totalitas di Film Songko, Annette Edoarda Tenggak Minuman Cap Tikus
-
1,9 Juta Kendaraan di Sulsel Nunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp1,7 Triliun
-
Misteri Logo Bugatti di Pasir Putih: Ketika Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pesisir Sumenep
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
-
Bocoran iPhone 18 Pro, Apple Siapkan Warna Merah Tua, Android Diduga Menyalip Lebih Dulu!
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel