SUARA BANDUNG BARAT - Selebritis Rachel Vennya mengakui mendapat banyak pelajaran dari kasus pelanggaran karantina.
Saat itu, semula Rachel Vennya merasa tidak ikhlas atas masalah yang sedang dihadapinya tersebut.
Tetapi akhirnya, ibu dua anak ini menyadari bahwa Tuhan sedang menegurnya dengan cara dihujat se-Indonesia.
Sebelum ada masalah itu, Rachel Vennya merasa dirinya adalah seorang selebgram yang emosional, tiap kali ada masalah atau orang yang menghujatnya.
Rachel Vennya biasanya akan membagikan identitas atau akun media sosial dari warganet yang menghujatnya, agar diserang balik oleh penggemar setianya.
"Itu aku pasti update di story (Instagram), ada namanya, ada (akun) Instagramnya. Jadi, orang-orang langsung nyebur Instagram orang ini buat ngebully orang ini," kata Rachel Vennya, mengutip kanal YouTube Denny Sumargo.
"Sebenarnya, waktu itu negarasa biar lo tahu apa yang gue rasain. Iya (puas)," tambahnya.
Rachel Vennya mengaku, memang dirinya menggunakan keistimewaannya sebagai selebgram, dan powernya di media sosial setiap ada masalah.
"Dulu tuh kalau ada masalah, kadang aku pakai power sosial media ini," kata Rachel Vennya.
Namun kini, mantan istri Niko Al Hakim alias Okin itu sadar perilakunya salah usai kena kasus pelanggaran karantina hingga dihujan se-Indonesia.
Ia juga baru sadar, bahwa dirinya memikul tanggung jawab yang sangat besar sebagai orang yang punya power di media sosial.
"Ternyata quotes Spider-man itu bener banget, 'when i comes to great power, there is big responsibility'," katanya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026