Suara Bandung Barat - Kisah horor barangkali memang dimiliki oleh setiap daerah di manapun.
Kejadian horor sendiri bisa terjadi pada siapapun. Tak mengenal agama, suku, ras atau kebangsaan, semua pasti ada yang pernah mengalami.
Cerita horor berikut ini datang dari sebuah daerah di Jakarta. Satu kisah yang tersebar dari mulut ke mulut dan menjadi mitos tersendiri.
Berikut adalah kisah horor kawasan cikini tentang dua anak kecil.
Saat itu, kawasan Ismail Marzuki masihlah sebuah kebun binatang kota yang kerap dijadikan tempat bermain bagi anak-anak.
Anak-anak biasanya bermain untuk melihat-lihat binatang yang ada di sana, atau kerap kali pula menghabiskan waktu dengan bermain bola.
Siang itu, langit menurunkan hujan dengan begitu amat deras dan badai, sial bagi dua anak kecil itu yang tak sempat lari untuk pulang ke rumah masing-masing.
Dua anak kecil itu terperosok ke sungai Ciliwung, malangnya tak ada seorang warga pun yang dapat menolong kedua anak tersebut karena alir sungai yang deras.
Setelah hujan reda, barulah Tim SAR dibantu para warga untuk mencari keberadaan dua anak kecil itu.
Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat dijemput, dua jasad anak kecil itu tidak pernah ditemukan.
Selepas kejadian itu, terjadi hal-hal aneh yang terjadi di taman itu seperti terlihat ada dua anak kecil yang tengah bermain bola.
Selain itu, mereka bermain di waktu malam hari saat banyak anak-anak pulang dan tidak keluar rumah. Dua anak kecil itu pun kerap berlari-lari menembus kaca. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Imigrasi Sumut Gandeng Pemkab Langkat, Layanan Keimigrasian Segera Lebih Dekat ke Warga
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Struktur Bodi Kia Sonet Dinilai Tak Stabil, Kantongi Satu Bintang Dalam Uji Keselamatan
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU