SUARA BANDUNG BARAT- Salah satu produsen kopi di Kabupaten Bandung Barat yakni Java Halu Coffe Farm berhasil mengolah sampah kopi (kulit kopi) menjadi produk bernilai ekonomi.
Pemilik Java Halu Coffe Farm, Rani Mayasari menjelaskan, pengolahan sampah kopi (kulit kopi) tersebut dilakukan untuk meminimalisir potensi buruk yang diakibatkan oleh sampah kopi yang diproduksi.
"Seluruh dunia sekarang kan sedang mengalami dampak dari global warming. Ini aksi kami untuk mengurangi dampak global warming tersebut," katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya berupaya maksimal untuk mengolah sampah kopi menjadi zero waste (nol sampah) dari produksi kopi yang dihasilkan.
"Yang diharapkan itu adalah kalau sampah kamu 100 ton, bagaimana 100 ton ini habis sampai jadi produk," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan hasil oksidasi dari cangkang kopi tersebut akhirnya menghasilkan sejumlah produk yang bernilai ekonomi diantaranya briket, fire starter, magot dan cascara magot.
"Bagaimana dari sampah yang hanya tiga hari saja mengoksidasi dari sampah kulit kopi kita buat jadi briket, fire starter, pakan magot dan cascara magot yang baik untuk pupuk," jelasnya.
"Membuat produk dari sampah kopi itu juga cukup mudah dan tidak perlu teknologi canggih tidak perlu duit (modal) dan hasil pengolahannya bisa jadi produk yang berguna," katanya.
Masih kata Rani, bahkan dua produk pengolahan sampah kopi saat ini juga sudah berhasil menarik buyer (pembeli) luar negeri yakni produk berupa briket dan juga fire starter.
Baca Juga: Bantah Jadi Pelawak Senior Sombong di OVJ, Kode Denny Cagur Bikin Netizen Paham: Parto Kayaknya
"Kalau di luar negeri itu empat musim. Kalau dia musim dingin kan butuh perapian nah kalo nyalain perapian kan pake kimia kalau kita nggak pakai spirtus," katanya
"Kalau ini kan organik dan negara-negara maju suka dengan yang organik jadi kalau briket dari kopi maupun fire starter mampu menyala hingga 30 menit dan mau kayu segede apapun bisa kebakar," katanya.
Ia menyebut, nilai jual pengolahan sampah kulit kopi tersebut juga cukup lumayan dari sisi ekonomi. Tidak ada salahnya, produk yang berasal dari sampah kulit kopi terus dikembangkan.
"Kalau gak punya modal untuk proses kopi, proses aja sampah-sampah kopi nya jadi duit kok. Misal nih kita gak punya modal buat beli cerry buat produksi kopi. Yaudah sampahnya aja kita kelola," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan
-
BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY
-
Bukan Barang Mewah, Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghlal
-
Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan
-
Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung
-
Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten