SuaraBandungBarat - Telinga adalah salah satu panca indera yang mempunyai fungsi untuk mendengar bunyi atau suara, sebagai pengatur keseimbangan tubuh.
Di dalam telinga, setiap bagiannya memiliki peranannya masing-masing. Bagian-bagian di dalam telingan cukup kompleks dan terletak di dalam saluran yang dalam.
Karenanya, perawatan terhadap telinga tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, perlu didampingi oleh ahli, karena salah-salah akan menimbulkan gangguan pada alat pendengaran ini.
Secara umum, telinga dibagi dalam tiga bagian: luar, tengah dan telinga dalam. Dan kesemuanya mempunyai fungsinya masing-masing.
Sebuah telinga mempunyai reseptor khusus yang memiliki kemampuan dalam mengenal getaran bunyi di mana telinga manusia dapat mendengar suara-suara getaran yang berada di angka 20 Hz - 20.000 Hz.
Jika terdapat getaran suara melebihi 20.000 Hz akan mengganggu organ di dalam telinga bahkan dapat sampai menyebabkan telinga berdenging atau disebut sebagai tinitus.
Hal ini tentunya akan membuat merasa tidka nyaman selain jika terus dibiarkan ditakutkan akan membuat seseorang menjadi tuli sehingga sulit melakukan komunikasi dengan orang lain.
Adapun, akibat-akibat kenapa telinga dapat berdenging karena disebabkan beberapa hal: Pertama, mendengar suara kencang dalam waktu yang lama.
Terlalu lama mendengar suara keras disebut-sebut akan menjadi penyebab kerusakan pada organ telinga dalam yang dapat terus semakin parah.
Baca Juga: Demokrat: Pertemuan SBY-Megawati Sangat Bagus, Tembok Berlin Indonesia Akhirnya Runtuh
Kedua, penyumbatan kotoran di dalam telinga, adalah karena adanya kotoran di dalam telinga yang menyebabkan penumpukan serumen.
Jika kamu terus membiarkannya, maka ditakutkan akan menjadi iritasi gendang telinga sehingga akan membuat telinga berdenging. Sarannya, kamu harus secara berkala membersihkan kotoran di dalam telinga.
Ketiga, terjadinya infeksi di dalam telinga yang biasanya terjadi di dalam bagian tengah yang disebut otitis media.
Akan tetapi, jika infeksi tersebut telah hilang, suara telinga yang berdenging juga akan hilang dengan sendirinya.
Keempat, menderita penyakit tertentu yang akhirnya membuat telinga berdenging antara lain seperti penyakit jantung, tumor jinak, penyakit saraf pendengaran hingga gangguan tekanan darah tinggi.
Sebab terakhir, kenapa telinga berdenging dikarenakan usia yang sudah senja. Ketika seseorang menginjak usia lanjut, biasanya mengalami penuruanan fungsi pendengaran.
Penurunan fungsi dalam masalah pendengaran ini tentunya akan berdampak pula yang menyebabkan telinga berdenging.
Demikianlah informasi tentang kenapa telinga dapat berdenging. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
-
AS Serang Iran, Harga Minyak Melambung Tinggi
-
0882 Nomor Kartu Apa? Cek Provider dan Daftar Kode Prefix Resmi
-
Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026