AS Serang Iran, Harga Minyak Melambung Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 | 06:35 WIB
ARSIP-Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) waktu setempat, memicu eskalasi baru di Timur Tengah. [NY Post]
  • Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap fasilitas rudal Iran di Pulau Larak pada hari Minggu.
  • Serangan militer tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah Brent dunia hingga melampaui USD 90 per barel.
  • Pemerintah Iran melaporkan adanya korban jiwa serta berencana memberikan balasan atas tindakan militer Amerika Serikat.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia mencatatkan lonjakan tajam lebih dari 2 persen pada perdagangan hari Senin. Kenaikan signifikan ini mendorong harga minyak mentah acuan jenis Brent kembali melampaui level psikologis USD 90 per barel, dipicu oleh meningkatnya eskalasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan strategis Selat Hormuz.

Esktremnya pergerakan harga komoditas energi ini terjadi setelah pasukan militer AS melancarkan serangkaian serangan udara menyasar dua fasilitas peluncur rudal milik Iran di Pulau Larak pada hari Minggu.

Aksi militer tersebut menjadi serangan terbuka pertama yang dilakukan pihak Washington ke wilayah Iran sejak akhir Juli lalu, di tengah konflik kawasan yang kini telah melewati masa enam bulan.

Pergerakan Harga Minyak Mentah Global

Kekhawatiran pasar akan gangguan rantai pasok energi global dari kawasan Timur Tengah memicu aksi beli di pasar komoditas. Berikut rincian pergerakan harga minyak mentah acuan dunia:

  • Minyak Mentah Brent: Kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent melonjak sebesar USD 2,22 atau naik 2,52% hingga menyentuh level USD 90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT.
  • Minyak Mentah WTI: Harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), menguat USD 2,01 atau naik 2,41% hingga berada di posisi USD 85,41 per barel.

Eskalasi Militer di Pulau Larak dan Potensi Balasan Tehran

Pihak pejabat militer Amerika Serikat mengonfirmasi penyerangan di Pulau Larak tersebut. Langkah penindakan diambil setelah pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran terpantau tengah bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke perairan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui pasokan minyak dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat memperingatkan bahwa seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah dibersihkan, dan menindak tegas setiap upaya penempatan ranjau baru.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak (drone) AS di Pulau Larak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dari pihak prajurit serta warga sipil.

Pihak Pengawal Revolusi Iran menegaskan akan melancarkan aksi balasan dan hukuman terhadap tindakan militer AS tersebut.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com