SUARA BANDUNG BARAT - Seksolog ternama Indonesia, dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS alias Dokter Boyke jelaskan dampak kecanduan film dewasa.
Menurutnya, seseorang yang kecanduan film dewasa itu akan mengalami kelainan di otaknya.
"Yang namanya kecanduan pornografi itu mengakibatkan kelainan di otak," kata Dokter Boyke yang dikutip dari Youtube Kacamata dr. Boyke pada Jumat (8/9/2023).
Dijelaskan juga bahwa ketika menonton film dewasa, otak akan mengeluarkan salah satu hormon yang dinamakan hormon dopamin.
Hormon dopamin akan memberikan rasa senang, bahagia, nyaman bagi orang tersebut, tapi juga mengakibatkan efek ketagihan dalam melakukannya.
"Ketika kita menonton film dewasa, maka otak akan mengeluarkan hormon dofamin, dofamin ini memberikan kita bahagia, senang, nyaman, tapi jeleknya memberikan ketagihan," jelasnya.
Apabila seseorang terus melakukannya, maka semakin lama akan semakin sering sehingga bagian otak atau yang disebut pre frontal cortex akan dibanjiri hormon dopamin.
"Makin lama hormon dopamin makin membanjiri otak kita, kita harus ingat bahwa yang diserang adalah pre frontal cortex (PFC)," ujarnya.
Adapun fungsi dari PFC yaitu untuk menghasilkan berbagai hal positif seperti keputusan, mengendalikan emosi, merencanakan masa depan, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Manfaat Lakukan Foreplay Bagi Laki-Laki Sebelum Bermain Bersama Istri
Maka dari itu, jika PFC dipenuhi dengan hormon dopamin, maka hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh PFC tersebut akan hilang.
"PFC bertanggung jawab untuk untuk membuat keputusan, untuk rasa percaya diri, untuk mengendalikan emosi, untuk merencanakan masa depan, untuk kita bisa bersikap lebih toleran, kalo PFC dibanjiri oleh hormon dopamin tadi, maka sifat-sifat itu hilang," sambungnya.
Alhasil, jika PFC dipenuhi hormon dopamin maka seseorang tidak akan bisa merencanakan masa depan hingga hilangnya toleransi terhadap orang lain.
"Kita tidak bisa merencanakan masa depan, kita gak bisa memutuskan, bingung, gak percaya diri, bahkan gak toleran terhadap orang lain, semuanya salah aja," imbuhnya.(*)
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Mengembalikan Keperkasaan Penderita Diabetes? Simak Kata Dokter Boyke, yang Udah Loyo Dijamin Keras Lagi
-
CATAT! Ini Kunci Keluarga Harmonis hingga Tak Bosan-Bosan Berhubungan Badan Kata Dokter Boyke
-
Mitos atau fakta, Kegemukan Bikin Sulit Punya Anak? Simak Penjelasan Dokter Boyke Berikut ini
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Iqbaal Ramadhan Kembali Jadi Produser Eksekutif, Fokus Bikin Film Bagus Ketimbang Kejar Cuan
-
Review Film Nobody: Petualangan Monster Kecil yang Lucu dan Menginspirasi
-
Perempuan Bergaun Merah dan Jejak di Pos Satpam
-
Sempat Ngibrit, Reza Arap Bilang Begini soal Dijodohkan dengan Fuji
-
Stafsus Menag Minta Kanwil Kemenag dan FKUB Bantu Tuntaskan Polemik POUK Tesalonika Teluknaga
-
Apesnya Jambret di Surabaya: Terjebak Macet, Ditinggal Kawan, Berakhir Jadi "Samsak Hidup"
-
Lenovo IdeaPad Slim 5 Gen 10: Laptop Tipis Berotak AISiap Temani Aktivitas Harianmu
-
DPRD Bogor Soroti LKPJ 2025, Bentuk 3 Pansus untuk Perkuat Pengawasan dan Aset
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
Alergi Pegang Ponsel Pasca OTT KPK: Pejabat Ponorogo Ganti Nomor Gara-gara Takut Disadap?