SUARABANDUNGBARAT - Makanan mentah atau yang sering disebut dengan "raw food diet" telah menjadi tren kesehatan yang populer dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak orang tertarik untuk mencoba makanan mentah karena diyakini memiliki manfaat kesehatan tertentu.
Dokter Saddam Ismail menjelaskan tentang bahaya yang terkait dengan mengkonsumsi makanan mentah melalui video Youtube nya.
Dokter Saddam Ismail pertama-tama mengingatkan bahwa mengkonsumsi makanan mentah memerlukan perhatian ekstra terhadap kebersihan, pengolahan, dan pemilihan bahan makanan. Hal ini mencakup mencuci makanan dengan benar, memastikan kebersihan alat-alat memasak, serta memilih bahan makanan yang segar.
Salah satu risiko utama yang terkait dengan makanan mentah adalah paparan terhadap bakteri dan parasit. Makanan mentah, seperti daging atau ikan mentah, dapat mengandung bakteri atau parasit yang masih hidup. Ketika makanan mentah ini masuk ke dalam tubuh, bakteri atau parasit tersebut dapat berkembang biak, menginfeksi, dan menyebabkan gejala yang serius, bahkan bisa menjadi racun bagi tubuh.
Tidak hanya daging atau ikan mentah, mengkonsumsi sayuran mentah juga memiliki risiko serupa. Sayuran mentah dapat mengandung bakteri, parasit, jamur, atau bahkan virus yang dapat mengganggu sistem pencernaan atau saraf kita. Ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, atau bahkan sakit perut yang parah.
Dokter Saddam Ismail juga mencatat bahwa mengkonsumsi makanan mentah dapat mengganggu sistem pencernaan kita.
Keracunan makanan adalah salah satu efek yang mungkin terjadi akibat mengkonsumsi makanan mentah yang terkontaminasi. Selain itu, beberapa sayuran mentah mengandung senyawa yang dapat mempengaruhi kerja hormon tiroid, yang mengatur berbagai fungsi penting dalam tubuh.
Makanan mentah, terutama sayuran mentah, dapat mengandung serat yang mengikat nutrisi. Ini berarti tubuh kita mungkin tidak dapat mencerna atau menyerap nutrisi dari makanan mentah dengan baik. Jika nutrisi penting hilang, ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.
Dokter Saddam Ismail menekankan bahwa jika seseorang memutuskan untuk mencoba makanan mentah, penting untuk memasak atau mengolah makanan dengan benar. Memasak makanan mentah hingga matang adalah cara efektif untuk membunuh bakteri, parasit, dan mikroorganisme lainnya yang dapat berbahaya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
5 Zodiak Paling Hoki pada 10 April 2026, Keuangan dan Karier Lancar Jaya
-
Setelah Ramai Dihujat Ingin Jual Rumah, Okin Kini Pilih Berdamai dengan Rachel Vennya
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus
-
Dari Uang Puluhan Juta di KSOP hingga Harley Disita, Skandal Sungai Lalan Kian Membesar
-
Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
SUARA PUBLIK: Daftar SIM Card Pakai Wajah, Solusi Keamanan atau Beban Baru?