SUARA BANDUNG BARAT - Simak dan waspadai berikut ini tentang dampak buruk karena terlalu sering melakukan masturbasi.
Masturbasi merupakan salah satu aktivitas seksual yang umum dan dianggap normal bagi sebagian orang.
Aktivitas ini disebut salah satu cara alami bagi seseorang untuk menjaga keseimbangan kebutuhan seksualnya tanpa melibatkan pasangan.
Namun, seperti halnya segala sesuatu dalam hidup, terlalu banyak dari hal baik pun bisa memiliki dampak negatif.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bahaya terlalu sering masturbasi dan pentingnya menjaga keseimbangan yang sehat dalam aktivitas ini.
1. Gangguan Fungsi Seksual
Salah satu bahaya terlalu sering masturbasi adalah potensi gangguan fungsi seksual.
Terlalu sering merangsang diri sendiri melalui masturbasi dapat mengakibatkan gangguan seperti disfungsi ereksi pada pria atau kesulitan mencapai orgasme pada wanita.
Ini disebabkan oleh fakta bahwa tubuh mungkin menjadi terlalu terbiasa dengan rangsangan sendiri, sehingga mengurangi respons terhadap rangsangan seksual dari pasangan.
2. Kecanduan
Seperti aktivitas lainnya, masturbasi juga dapat menjadi kecanduan. Terlalu sering melibatkan diri dalam masturbasi dapat mengakibatkan kecanduan seksual.
Kecanduan seksual dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain.
Seseorang yang kecanduan masturbasi mungkin merasa sulit untuk mengontrol dorongan seksualnya dan memprioritaskan aktivitas ini di atas hal-hal lain yang seharusnya lebih penting.
3. Dampak Psikologis
Terlalu sering masturbasi juga dapat memiliki dampak psikologis. Individu yang merasa bersalah atau malu terkait aktivitas ini dapat mengalami masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, atau rendahnya harga diri.
Penting untuk diingat bahwa masturbasi yang dilakukan dengan cara yang sehat dan tanpa rasa bersalah tidak seharusnya memicu masalah psikologis.
4. Gangguan Kualitas Hidup
Seseorang yang terlalu sering terlibat dalam masturbasi mungkin mengalami gangguan pada kualitas hidupnya.
Aktivitas ini dapat mengambil waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sosial, pekerjaan, atau hobi lainnya. Hal ini dapat mengganggu perkembangan diri dan interaksi dengan orang lain.
5. Gangguan Fisik
Pada kasus ekstrem, terlalu sering masturbasi juga dapat menyebabkan gangguan fisik, seperti iritasi atau lecet pada organ genital.
Ini biasanya terjadi ketika gesekan berlebihan atau penggunaan bahan-bahan berlebihan yang kasar terlibat dalam proses masturbasi.
6. Gangguan Hubungan
Terlalu sering masturbasi juga dapat berdampak pada hubungan romantis. Pasangan mungkin merasa diabaikan atau kurang dihargai jika aktivitas ini dilakukan secara berlebihan dan mengganggu keintiman bersama.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Imlek di Tanah Rantau: Harapan Kenji di Tahun Kuda Api dari Kelenteng Fuk Ling Miau Jogja
-
BRI Group Borong 4 Penghargaan Internasional Alpha Southeast Asia, Perkuat Posisi Pemimpin ESG
-
Huawei Band 11 Pro Usung Layar AMOLED Super Cerah dan GPS, Harga Diprediksi Terjangkau
-
Kurang dari 24 Jam, Menkeu Purbaya Dikritik Bahlil dan Trenggono
-
Novel Langit Goryeo: Konflik Cinta dan Keimanan Mualaf Korea di Tanah Asing
-
Statistik Ricky Pratama yang Terseret Dugaan Penganiayaan, Catatan Golnya Mengkhawatirkan
-
BRI Raih 4 Penghargaan Internasional ESG 2025, Perkuat Inklusi Keuangan
-
Potret Keluarga Artis Rayakan Imlek, Sarwendah Tanpa Betrand Peto
-
Sirkus Tradisional dalam Wajah Modern: Keajaiban Kooza yang Tak Terlupakan
-
Prestasi Internasional BRI: 4 Award ESG 2025 dan Rekor Social Bond