/
Selasa, 06 Desember 2022 | 17:54 WIB
Desain IKN Nusantara. [Istimewa]

Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu juga ikut menyoroti soal lebihnya kapasitas investor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Untuk diketahui, pemerintah sendiri mengatakan investor bagi IKN Nusantara over-subscribe. Hal itu juga membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kaget.

"Presiden menyatakan bahwa terjadi over-subscribe investasi di IKN. Artinya pemerintah sudah 'menjual negara'," terangnya, melansir dari WartaEkonomi.co.id--Jaringan Suara.com, Selasa (06/12/2022).

Namun, pernyataannya tersebut justru mendapatkan respons berbeda dari warganet. Warganet justru mempertanyakan arti kalimat 'menjual negara' yang disebut Muhammad Said Didu.

"Investasi=menjual dalam arti harafiahnya? hehehe apa iya begitu pengertian dalam ilmu ekonomi?," tanya warganet.

"Hanya mengelola kenapa bisa menjual tanah negara," kata pengguna Twitter lain.

Sebelumnya, pemerintah terus menawarkan ke sejumlah negara agar mau berinvestasi di IKN. Karena itu, Jokowi mengaku peminatnya meningkat 25 kali lipat, bahkan over-subscribe atau kelebihan kapasitas.

Padahal, Jokowi berencana mengundang 30 investor yang memang memiliki potensi menanamkan modal di IKN. Akan tetapi, niatan itu dianulir karena sudah melebihi kapasitas.

Baca Juga: Helio G99 Pacu Poco M5, Diklaim Unggul di Foto, Game dan Layar

Load More