Otomotif / Motor
Rabu, 03 Juni 2026 | 08:15 WIB
Pilihan motor untuk ojol yang badak tanpa mikir bolak-balik ke bengkel (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Mio Gear dan Vario 125 lawas irit bensin, rangka kuat, dan harga jualnya stabil.
  • Honda Verza dan bebek Suzuki terbukti mesinnya tangguh, minim sensor rumit, serta murah perawatannya.
  • Yamaha NMAX Turbo cocok untuk ojol premium berkat fitur YECVT yang bertenaga dan responsif.

Suara.com - Bagi mitra pengemudi ojek online (ojol), aspal jalanan adalah medan pertempuran yang tak kenal ampun. Dengan beban kerja tinggi, jarak tempuh ratusan kilometer setiap hari, serta tuntutan aplikasi yang makin ketat, memilih "kuda besi" yang tepat adalah kunci utama kelangsungan hidup.

Motor yang sering rusak atau rewel di tengah jalan bukan sekadar menghambat pekerjaan, tapi juga menguras pendapatan yang susah payah dikumpulkan. Banyak motor keluaran terbaru dengan desain memukau justru terbukti "cengeng" saat diajak kerja keras.

Jika tujuan utamanya adalah mencari nafkah dan menekan biaya servis, berikut adalah deretan motor 'badak' yang paling direkomendasikan untuk menghajar kerasnya jalanan:

1. Yamaha Mio Gear

Yamaha Mio Gear. (Yamaha)

Dulu, matic keluaran Yamaha kerap dikeluhkan karena konsumsi bahan bakar yang boros atau kelistrikan yang rentan. Namun, Mio Gear hadir membawa peningkatan kualitas yang signifikan.

Salah satu nilai jual terkuat untuk ojol adalah desain behel belakang berbahan logam solid (bukan plastik), yang sangat kokoh untuk mengikat barang bawaan ekstra.

"Mio Gear ini cocok karena kualitasnya meningkat. Contohnya, behel belakang sudah panjang dan terbuat dari logam, bukan plastik. Jadi buat bawa barang itu worth it banget dan iritnya sudah lumayan. Tapi saran saya, mending dipakai untuk GoFood atau beli makanan agar motor lebih awet. Kalau dibuat GoRide takutnya penumpang terlalu besar, sekuat apa pun motor bakal rusak juga saat nanjak." ujar Herdi di Channel Youtube HND Garage.

Konsumsi BBM: Jauh lebih irit dibandingkan generasi Mio terdahulu, meski tenaga yang dihasilkan tidak seganas motor Yamaha di kelas sport.

Estimasi Harga Bekas: Rp11.000.000 – Rp14.000.000 (tergantung tahun dan kondisi)

Baca Juga: Adu Harga dan Fitur Suzuki Fronx vs Honda WR-V vs Kia Sonet, Mending Mana?

2. Honda Vario 125 (Rangka Non-eSAF)

Honda Vario 125 Idling Stop. [Astra-Honda.com]

Di tengah ramainya sorotan terhadap sasis generasi terbaru, Vario 125 versi lawas yang belum menggunakan rangka eSAF justru menjadi primadona dan buruan utama di bursa motor bekas.

Efisiensi bahan bakar yang sudah tidak diragukan lagi dari pabrikan sayap kepak. Rangkanya terbukti solid dan tahan banting menahan beban penumpang maupun barang.

Umur ideal motor ojol masa kini adalah 5 tahun sebelum butuh peremajaan besar-besaran. Hebatnya, Vario 125 memiliki harga jual kembali (resale value) yang sangat tinggi, membuatnya mudah diuangkan kapan saja.

"Vario 125 series yang rangkanya masih belum eSAF jadi opsi. Gojek itu update terus motornya, kadang motor sudah capek dan butuh renovasi banyak, mending ganti baru. Motor sekarang itu kalau dipakai kerja 5 tahun kuat dan tidak rewel, itu sudah prestasi. Makanya harga jual kembali itu penting, dan Vario ini masuk kriteria." papar pemilik Channel Youtube HND Garage.

Estimasi Harga Bekas: Rp16.000.000 – Rp21.000.000 (tergantung tahun dan kondisi)

Load More