Crazy Rich Tanjung Priok, Sahroni menyoroti aksi seorang pria yang tega menganiaya anak laki-laki. Dalam unggahannya, Sahroni mengatakan bahwa apa yang dilakukan pria itu tak patut untuk dicontoh.
Yah, beredar video durasi beberapa detik memperlihatkan seorang pria dewasa tega memukul seorang anak laki-laki. Pria itu diduga adalah ayah kandung dari sang anak.
Rekaman penganiayaan itu viral dan disorot oleh Sahroni, yang merupakan anggota DPR RI. Sahroni mengaku berang dengan aksi beringas pria di video tersebut. Pasalnya pria itu menendang kepala anak malang itu.
"Jangan pernah contoh hal ini walaupun itu hak bapaknya sendiri. Tapi meringis liat keadaan seorang bapak kepada anaknya begitu," katanya anggota legislatif tersebut dengan emoji menangis, dikutip Rabu (21/12/2022).
Merasa tidak tega dengan anak tersebut, ia lantas meminta aparat kepolisian untuk mengusut pelaku berbaju merah muda yang ada di video.
"Pak Kapolda jajaran tolong urusan ini jd perhatian kita semua, Merasa Hebat maka mari kita tunggu dalam beberapa hari ke depan," pintanya.
Video yang diunggah Sahroni itu lantas ramai ditanggapi warganet. Mereka juga ikut kesal dengan aksi brutal dan arogan pria tersebut.
"Cowo di rumah sok keras pasti diluar lemah," tulis akun @mf***.
"Kalau sudah ada bukti video begini blm diproses hukum juga, entah perlu bukti apalagi," timpal akun @ro****.
Baca Juga: Alasan TV Digital Tidak Dapat Sinyal dan Cara Perbaikinya
"Masalah diluar rumah jangan di bawa pulang pak jadinya begituh," geram akun @wi**** semberi memberi emoji marah.
"Bapaknya kayak stresss yah," kata akun @se*****.
"MENJIJIKAN!!!! Gusti Allah boten sare. Percayalah Allah maha adil," kecam akun @me*****.
"Dungu," timpal akun @wi******.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026