/
Kamis, 29 Desember 2022 | 00:00 WIB
Foto Atasan Norma (Instagram/@insta_julid)

Baru-baru ini media sosial tengah dihebohkan dengan viralnya kisah pilu rumah tangga dari seorang wanita bernama Norma Risma yang diselingkuhi oleh suaminya. 

Diketahui, sang suami berselingkuh dengan mertuanya sendiri yang mana itu adalah ibu kandungnya Norma Risma. 

Bahkan, keduanya pernah digerebek warga karena berhubungan badan di rumah kontrakan Norma Risma saat sedang bekerja. 

Kejadian tersebut membuat Norma yang sangat mencintai suaminya itu hancur dan depresi hingga tidak makan dan tidak tidur. 

Kondisi tersebut diungkapkan oleh atasan Norma di tempat ia bekerja yang dipanggil dengan sebutan ‘teteh’. 

Sebagai seorang atasan, dirinya khawatir dan prihatin dengan kondisi Norma yang diluar terlihat baik-baik saja, namun hati dan pikirannya seperti orang linglung. Ditambah lagi, Norma tidak ada tempat untuk mengadu dan curhat. 

Melalui video yang diunggah ulang oleh akun Intagram @insta_julid, hingga akhirnya, atasan Norma berinisiatif untuk membawa Norma ke psikolog atau psikiater.

“Melihat keadaan Norma yang emang udah gak makan dan gak tidur aku berfikir apa yang harus aku lakukin buat nolong dia, akhirnya aku berfikir kalo Norma nih harus banget dibawa ke psikiater karena kita pasti tau kan galau sedikit aja kita pasti gak bisa tidur, kalo gak bisa tidur udah efeknya pasti ke  mana-mana nanti bakalan sakit dan lain-lain,” tuturnya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi fisik Norma dari luar terlihat baik-baik saja, namun perasaan hatinya pasti hancur dan terpukul sekali atas kejadian yang menimpa rumah tangganya itu. 

Baca Juga: Nikita Mirzani Masuk Ruang Sidang Pakai Penyangga Leher: Ini Alat Anti Kebohongan

“Secara fisik sih kita ngeliat ini anak tuh sehat, tapi kan kita tau pasti dia terpukul dan bener-bener hancur banget,” tambahnya. 

Wanita cantik yang berhijab itu juga membuat taktik supaya Norma tidak curiga dan mau untuk diajak ke tempat psikiater atau psikolog. 

“Hari keempat aku nyuruh ida ke toko, awalnya sih aku gak bilang ya kalo hari itu kita bakalan ke psikiater atau ke psikolog, awalnya aku bilang yaudah teteh temenin kita ke kantor polisi buat minta perlindungan ke bagian wanita tapi akhirnya aku bawa ke psikolog atau psikiater,” tutupnya.

Load More