Saat merasa sedih, beberapa orang umumnya akan melakukan aktivitas yang disukai, misalnya berjalan-jalan, berolahraga, atau menonton film. Namun, pada kondisi depresi berat, penderitanya justru menghindari atau bahkan tidak lagi memiliki minat terhadap hobi atau aktivitas yang disenangi.
5. Sedih dan putus asa terus-menerus
Berbeda dari sedih biasa, sedih pada depresi berat terasa lebih mendalam dan berlangsung secara terus-menerus. Selain menyebabkan perasaan sedih, depresi berat juga menimbulkan rasa putus asa yang tidak kunjung hilang.
Pada situasi seperti ini, penderitanya akan lebih mudah menangis dan merasa seolah-olah tenggelam ke dalam lubang yang dalam dan gelap tanpa jalan keluar. Penderitanya juga hampir tidak memiliki harapan bahwa keadaan akan berubah.
Sementara itu, ada juga yang mungkin selalu merasa bersalah, merasa dirinya tidak berharga, bahkan membenci diri sendiri.
6. Waktu tidur terganggu
Saat mengalami depresi berat, seseorang biasanya menderita gangguan tidur. Beberapa orang mungkin merasa lelah sepanjang waktu dan tidur secara berlebihan atau lebih lama dari biasanya.
Sementara itu, sebagian lain mungkin justru tidak bisa tidur, bahkan saat merasa lelah sehingga sering terjaga sepanjang malam. Berbagai penelitian juga mengungkapkan bahwa banyak orang yang mengalami gangguan tidur saat depresi berat.
7. Penurunan berat badan yang signifikan
Baca Juga: Denny Sumargo Minta Rozy Zay Hakiki Setop Lapor Polisi: Habis Duit Lo Nanti
Pada saat depresi, sebagian orang cenderung makan berlebihan. Namun, pada kondisi depresi berat, biasanya yang terjadi justru sebaliknya.
Orang yang depresi berat umumnya tidak nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Penderita depresi juga tidak peduli dengan kesehatan fisiknya sendiri.
Selain itu, karena tubuh dan pikiran terhubung, depresi berat juga dapat menyebabkan berbagai keluhan fisik pada penderitanya, seperti sakit kepala berulang, masalah pencernaan, atau rasa sakit yang tidak ada pemicunya.
8. Percobaan bunuh diri
Ini merupakan gejala depresi berat yang paling serius. Seseorang yang mengalami depresi berat bisa sering berpikir atau berbicara tentang kematian. Tidak hanya itu, orang dengan depresi berat juga tidak ragu untuk menyakiti dirinya sendiri atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri.
Perilaku yang berbahaya ini sering kali dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa di antara orang yang telah melakukan upaya bunuh diri ditemukan kandungan alkohol dalam darah mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena