Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut Gibran memiliki sejumlah keunggulan untuk dijadikan orang nomor satu di DKI.
Menurut Gembong, pertimbangan menjadikan Gibran sebagai Cagub DKI karena putra Presiden Joko Widodo alias Jokowi sangat kecil.
Terlebih lagi pemilih di Jakarta disebutnya sudah cerdas dan tak hanya memikirkan faktor keturunan sebagai dasar memilih.
"Karena bagaimana pun pemilih Jakarta adalah pemilih cerdas. Enggak mungkin hanya berdasarkan bahwa Gibran anaknya Jokowi, kemudian menjadi faktor utama menetapkan Gibran sebagai calon yang diusung oleh PDI Perjuangan," ujar Gembong, Selasa (14/2023).
Kendati demikian, ia mengakui memang ada sedikit pengaruh putra Presiden Joko Widodo yang membuat Gibran dibahas sebagai Cagub DKI. Namun, ia menyatakan hal tersebut bukanlah alasan utama.
"Itu justru sangat kecil yang akan mempengaruhi keputusan partai. itu sangat kecil," ucapnya.
Menurutnya pertimbangan utama memunculkan nama Gibran sebagai kandidat Cagub DKI adalah rekam jejak saat menjadi Wali Kota Solo dan elektabilitasnya.
"Tetapi bahwa kinerja, track record, dan lain sebagainya itu menjadi faktor yang nanti akan sangat menentukan DPP menetapkan calon yang akan diusung oleh PDI Perjuangan," jelasnya.
Ia menyebut Gibran merupakan salah satu nama yang muncul dalam pembahasan internal DPD PDIP DKI. Belum ada keputusan resmi dari partai lambang banteng itu karena masih belum ada arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
Baca Juga: PPI Konsisten Serap Ayam Hidup Peternak
"Mekanisme masih panjang. Karena sekali lagi mekanisme penjaringan dan penyaringan kan belum diperintahkan oleh DPP partai kepada DPD PDIP DKI Jakarta," pungkasnya.
Gembong sebelumnya menyampaikan PDIP DKI Jakarta mulai membahas beberapa nama dari internal partai untuk dimajukan dalam Pilkada DKI. Salah satu nama yang mencuat adalah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming.
Gembong mengatakan, nama Gibran masuk dalam pembahasan internal partainya di tingkat DKI. Ia menyebut nama-nama yang dipertimbangkan adalah kader PDIP yang menjadi Kepala Daerah.
"Dalam diskusi internal partai, kita sudah mendiskusikan beberapa kepala daerah yang kita anggap berhasil memimpin daerah. Salah satunya adalah mas Gibran," ujar Gembong di gedung DPRD DKI, Senin (6/1/2023).
Selain Gibran, ada beberapa nama yang ikut dibahas. Di antaranya seperti Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Priadi, Menteri Sosial Tri Rismaharini, hingga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Briokrasi (PANRB), Azwar Anas.
"Artinya kita diskusi, diskusi itu menginventarisasi para kepala daerah dari PDIP yang kita anggap berhasil memimpin daerahnya, seperti Mas Gibran, Bu Risma, Pak Hendi yang sekarang LKPP, Mas Anas yang sekarang di Menpan RB," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati